Iklan

Seorang Kerabat Harun Masiku Diperiksa KPK, Keberadaannya Tetap Ditelusuri

1/21/2021, 09:05 WIB Last Updated 2021-01-21T02:05:10Z
masukkan script iklan disini

Ilustrasi Gedung KPK. /Dok Media Apakabar/M. Rifa'i Azhari.

FOKUS HUKUM
- Advokat Daniel Tonapa Masiku yang juga kerabat dari tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku (HM) telah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .  


Plt jubir penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, KPK memeriksa Daniel sebagai saksi untuk tersangka Harun dalam penyidikan kasus suap terkait penetapan Anggota DPR RI terpilih Tahun 2019-2024.


Selain itu, penyidik mendalami keterangan Daniel terkait komunikasi saksi dengan Harun Masiku.


"Didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya jalinan komunikasi saksi yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Tsk HAR (Harun Masiku, juga dikonfirmasi seputar keberadaan Tsk HAR yang saat ini masih berstatus DPO KPK," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Rabu20 Januari 2021.


Kata Ali, KPK berkomitmen untuk menemukan Harun Masiku guna menyelesaikan berkas perkara penetapan Anggota DPR RI 2019-2024.


"Saat ini tersangka HAR (Harun Masiku) masih berstatus DPO KPK dan ini masih tetap menjadi kewajiban KPK untuk secepatnya menemukan yang bersangkutan serta menyelesaikan pemberkasan perkaranya hingga tuntas," kata Ali.


Dari tahun 2017 s/d 2020,ada 10 orang Tersangka yang berstatus DPO KPK dan khusus ditahun 2020 telah dilakukan penangkapan 3 orang Tersangka DPO yaitu Nurhadi,Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto yang perkara ketiganya saat ini telah masuk tahap persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat.


Hingga saat ini,KPK masih tetap memiliki kewajiban untuk mencari keberadaan dari 7 orang Tersangka DPO,dimana 5 orang Tersangka adalah DPO dari tahun 2017 s/d 2019 dan 2 orang DPO tahun 2020 yaitu atasnama Harun Masiku dan Samintan.


Pencairan keberadaan para DPO tersebut, tentunya bekerjasama dengan aparat Kepolisian.


Oleh karena itu KPK menghimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi para DPO bisa mengubungi call center KPK dinomor 198.


"Oleh karena itu KPK juga berharap partisipasi aktif dari masyarakat apabila menemukan keberadaan para Tersangka DPO tersebut untuk segera menghubungi kepolisian terdekat atau langsung hubungi call center KPK di nomor 198," tutup Ali.


Sebelumnya, advokat Daniel Tonapa Masiku yang juga kerabat dari tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku (HM) mengaku dikonfirmasi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal keberadaan Harun yang sampai saat ini masih menjadi buronan.


"Penyidik menanyakan hanya seputar itu saja, apakah ada informasi (keberadaan Harun Masiku)."


"Saya bilang tidak ada informasi. Terakhir saya ketemu itu mungkin 3 atau 4 tahun yang lalu," kata Daniel saat selesai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 19 Januari 2021.


KPK memeriksa Daniel sebagai saksi untuk tersangka Harun dalam penyidikan kasus suap terkait penetapan Anggota DPR RI terpilih Tahun 2019-2024.


Ia juga mengaku kaget terkait adanya kabar yang menyebut Harun telah meninggal dunia.


"Saya justru kaget. Jadi, kita tentu berdoa semoga berita itu tidak benar," kaya Daniel.


Selain itu sepengetahuan Daniel, Harun juga berprofesi sebagai advokat.


"Yang saya tahu bahwa beliau advokat. Sejak dia di Jakarta kan memang dia awalnya advokat, duluan dia dari saya," ungkapnya.


Sebagai kerabat, ia pun mengharapkan Harun segera menyerahkan diri.


"Dari saya pribadi karena masih saudaranya, saya secara pribadi meminta segera menyerahkan diri supaya ada kepastian bagi dia, kepastian bagi keluarga," kata Daniel.


Sebelumnya, KPK meyakini Harun masih hidup dan terus berupaya menangkapnya.


Diketahui, Harun telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Januari 2020 lalu.


"Apakah statusnya MD (meninggal dunia) atau disembunyikan, terkait MD atau tidak selama kami tidak melihat jenazahnya di mana, makamnya di mana, kuburannya di mana, maka kami menganggap yang bersangkutan saat ini statusnya masih hidup," kata Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu 10 Januari 2021


Oleh karena itu, kata dia, KPK menganggap belum tertangkapnya Harun sebagai utang yang harus dibayar sesegera mungkin oleh para penyidik.


Terkait pencarian Harun, KPK juga sebelumnya telah mengevaluasi tim satuan tugas (satgas) yang bertanggung jawab mencari Harun tersebut.


Dalam kasus tersebut, Harun memberikan suap kepada mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan Kader PDIP Agustiani Tio Fridelina sebesar 19.000 dolar Singapura dan 38.350 dolar Singapura atau seluruhnya Rp600 juta.


Tujuan penerimaan uang tersebut adalah agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan penggantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI PDIP dari Dapil Sumatera Selatan 1, yakni Riezky Aprilia kepada Harun. (pol)

Komentar

Tampilkan

Other Stories