Iklan

Polri Terjunkan 83.566 Personel Kawal Pendistribusian Vaksin Covid-19

1/06/2021, 13:45 WIB Last Updated 2021-01-06T06:45:05Z
masukkan script iklan disini

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen, Rusdi Hartono. /Dok. humas.polri.go.id.

FOKUS HUKUM
- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyatakan, Polri dan TNI melakukan pengawalan vaksin Covid-19 mulai tiba di Bandara Soekarno Hatta hingga dibawa ke Kantor Pusat Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat.


Selain itu, tegas dia, pengawalan pun dilakukan ketika vaksin dari Bio Farma Bandung didistribusikan ke provinsi dan kabupaten/ kota di seluruh Indonesia.


"Polri melibatkan 83.566 personel yang digelar dalam rangka mensukseskan program vaksinasi tersebut."


"Mudah- mudahan program ini bisa berjalan dengan baik, dapat berjalan dengan lancar dan dapat berjalan dengan aman," kata dia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa 5 Januari 2021.


Menurut dia, pengamanan pun akan terus dilakukan hingga pada proses pemberian vaksin dilaksanakan. "Tentunya bersama rekan- rekan TNI," ujar dia.


Diketahui, kloter pertama Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin virus corona (Covid-19) produksi Sinovac. 


Di kloter kedua Indonesia kembali mendatangkan 1,8 juta dosis vaksin. Total saat ini ada 3 juta dosis vaksin tersedia di Indonesia.


Presiden Joko Widodo pun menargetkan vaksinasi di Indonesia selesai kurang dari 12 bulan, pada tahun 2021. 


Target tersebut lebih cepat dari negara-negara lainnya yang memakan waktu selama 3,5 tahun.


Pemerintah pun telah mulai mendistribusikan vaksin COVID-19 yang akan segera dilaksanakan di 34 provinsi. Untuk tahap pertama telah dikirim sebanyak 700 ribu dosis vaksin.


Pemerintah juga akan kembali mendatangkan vaksin COVID-19 untuk pelaksanaan program vaksinasi tersebut.


“Insyaallah minggu depan juga akan datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku (raw) yang nanti akan diproduksi oleh Bio Farma sehingga juga langsung nanti jadi, kirim ke daerah lagi,” ujar Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa 5 Januari 2021.


Pada tahap pertama, disampaikan Kepala Negara, vaksinasi akan diberikan kepada kelompok prioritas yaitu tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat yang ada di rumah sakit. 


“Kedua nanti TNI-Polri dan juga guru dan langsung juga berbarengan dengan itu juga masyarakat,” kata dia.


Presiden berharap dengan dimulainya vaksinasi ini maka COVID-19 dapat ditangani dan dikendalikan. 


Meski demikian, ia mengingatkan kembali agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan sampai proses vaksinasi selesai dilaksanakan. (inf)

Komentar

Tampilkan

Other Stories