Iklan

Ini Penjelasan Ilmiah Terkait Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur yang Bikin Geger

1/21/2021, 09:59 WIB Last Updated 2021-01-21T02:59:39Z
masukkan script iklan disini

Ilustrasi Angin Puting Beliung. /Pixels.com/Johannes Plenio.

FOKUS HUKUM
- Pada Rabu, 20 Januari 2020 jam 16.00 WIB, dilaporkan telah terjadi fenomena angin kencang yang berputar seperti belalai di atas perairan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. 


Fenomena tersebut dikenal dengan waterspout yang identik dengan fenomena puting beliung tetapi terjadi di atas permukaan air yang luas. 


"Fenomena waterspout terbentuk dari sistem awan cumulonimbus (CB)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), Guswanto, M.Si, dalm keterangan resmi, Rabu, 20 Januari 2021.


Namun demikian, menurut Guswanto, tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena tersebut, tergantung pada kondisi labilitas atmosfer. 


Keberadaan awan CB juga dapat mengindikasikan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dan pada kondisi tertentu dapat menimbulkan potensi puting beliung/waterspout.


Guswanto juga menjeolaskan karakteristik fenomena waterspout, sebagai berikut:


Pertama, kejadiannya bersifat lokal.  


Kedua, terjadi dalam periode waktu yang singkat, umumnya sekitar kurang lebih 10 menit.


Ketiga, lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari.


Keempat, hanya muncul dari sistem awan Cumulonimbus (CB), tetapi tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena waterspout.


Kelima, kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dalam waktu yang dekat.


Wonogori selama bulan Januari-Februari ini masih berada pada periode puncak musim hujan.


Sehingga potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang bahkan puting beliung masih perlu diwaspadai hingga Februari mendatang.


Warga diminta tidak mendekati lokasi, ketika ada kejadian fenomena cuaca esktrem (Waterspout) tersebut, 


"Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dengan tidak mendekati area kejadian fenomena tersebut guna menghindari risiko yang lebih buruk," katanya.


Selama periode puncak musim hujan Januari-Februari, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada potensi cuaca ekstrem dan dihimbau untuk selalu update informasi cuaca dari kanal-kanal informasi BMKG. (tim)

Komentar

Tampilkan

Other Stories