Iklan

Ya Ampun Ada-ada Saja, Polisi Bubarkan Pesta Seks di Dekat Klinik Pasien Covid

12/16/2020, 16:45 WIB Last Updated 2020-12-16T09:45:43Z
masukkan script iklan disini

Kepolisian Belgia. /Dok. Independent.

FOKUS HUKUM
- Kepolisian Belgia baru-baru ini telah membubarkan pesta seks yang diikuti 52 orang di sebuah villa depan klinik kesehatan pasien Covid-19.


Polisi menggerebek semua orang dalam pesta seks pada Minggu 13 Desember 2020 pagi waktu setempat, di kota Saint-Mard, Ardennes di sudut tenggara negara Belgia, hanya dua mil dari perbatasan dengan Prancis.


Semua orang yang mengambil bagian, termasuk wanita pekerja seks komersial (psk), yang merupakan orang Prancis. Saat digerebek petugas gabungan, para pelaku tengah telanjang atau berpakaian tipis. Sementara, pasukan polisi berjumlah 20 orang.


Dari kasus ini, polisi memberikan sanksi berupa denda uang sebesar 250 euro (Rp4 juta), karena para pelaku terbukti melanggar protokol kesehatan dengan tidak berkerumun.


Adapun dalam aturan prokes di Belgia, warga tidak boleh berkumpul lebih dari empat orang dalam satu ruangan.


Sementara itu, polisi juga mengamankan dua orang karena terbukti memiliki narkotika dan ekstasi.


Wali Kota Saint-Mard François Culot mengatakan dirinya sangat marah melihat berita di televisi soal pesta seks di tengah pandemi Covid-19, yang berlangsung di sebuah villa yang tidak jauh dari Klinik Kesehatan Edmond-Jacques.


"Saya sangat marah melihatnya. Beberapa orang benar-benar tidak menghargai! Mengadakan pesta ilegal di tengah malam di depan klinik tempat pasien Covid-19 dirawat? Ini tidak bisa diterima!” ujarnya dengan nada emosi.


Menurut Culot, pekan sebelumnya penata rambut Virton sempat memprotes aturan yang memaksa mereka untuk menutup salon, dimana hal itu memutus mata pencaharian mereka.


“Banyak bisnis kecil di Belgia tengah putus asa. Penata rambut muda yang baru mulai tidak akan bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi. Pada saat kami meminta semua orang untuk berusaha, dan segala sesuatu harus dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus, beberapa di antaranya justru melanggar aturan dengan cara yang memalukan. Sikap orang-orang Prancis yang bersuka ria ini benar-benar keterlaluan!” kesalnya.


Sekadar informasi, kasus ini merupakan pesta seks Belgia ketiga bulan ini yang digerebek polisi. (pol)

Komentar

Tampilkan

Other Stories