Iklan

Waspadalah, Indonesia Masuk 35 Negara Risiko Ancaman Bencana Alam Tertinggi

12/17/2020, 17:00 WIB Last Updated 2020-12-17T10:00:29Z
masukkan script iklan disini

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo. /Dok. Bnpb.go.id.

FOKUS HUKUM
- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengungkapkan World Bank telah mendeklarasikan bahwa negara Indonesia masuk dalam 35 negara di dunia yang memiliki tingkat ancaman risiko bencana alam yang tinggi.


Ia pun mengingatkan bahwa kerugian akibat bencana yang terjadi selama lima tahun terakhir di Indonesia juga begitu besar. Dengan begitu, ia berharap agar seluruh masyarakat bisa mengetahui dan memahami bahwa daerahnya memiliki ancaman risiko bencana alam yang tinggi.


"Kita juga harus memahami dalam lima tahun terakhir kerugian personel, materil dan kerugian infrastruktur yang begitu besar," kata dia dalam seminar nasional sosialisasi dan pembelajaran pemulihan pascabencana alam: sosial, ekonomi dan SDA secara virtual, Selasa 15 Desember2020.


Bahkan, terang dia, akibat kejadian bencana alam pada 2018, mencatatkan Indonesia sebagai negara tertinggi pertama kasus kematian atau korban jiwa terbanyak akibat bencana.


"Pada tahun ini Indonesia berada pada tingkat pertama korban jiwa terbanyak di dunia. Lebih dari 6000 warga negara yang kita cintai meninggal dunia karena bencana yang terjadi di beberapa daerah diantaranya NTB, Sulteng, Selat Sunda Banten dan Lampung. Di akhir tahun pun terjadi bencana tanah longsor di Sukabumi yang mengakibatkan 10 orang lebih menjadi korban akibat tertimbun tanah longsor," papar dia.


Selain itu, kata dia, bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia pun mengakibatkan kerugian yang cukup besar.


Ia menjelaskan bahwa di 2015 telah terjadi 1.694 bencana alam yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak 276 orang. Tahun 2016 naik menjadi 2384 kejadian dengan 521 korban meninggal dan hilang.


Sedangkan di tahun 2017 ada 2372 kejadian dengan 377 korban meninggal dunia dan hilang. Di tahun 2018 terjadi 3.397 bencana alam yang mengakibatkan 6.240 korban meninggal dunia dan hilang.


Di tahun 2019 terjadi sebanyak 3.814 bencana alam dengan 481 orang meninggal dunia dan 111 jiwa hilang. Sedangkan di tahun 2020, telah terjadi 2.823 bencana alam dengan 362 korban meninggal dunia dan 39 hilang. (rad)


Komentar

Tampilkan

Other Stories