Iklan

Sinovac Dituding Sebagai Vaksin Paling Lemah, Jubir Vaksinasi Covid Klarifikasi Begini

12/21/2020, 10:47 WIB Last Updated 2020-12-21T03:47:02Z
masukkan script iklan disini

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, Dr. dra. Lucia Rizka Andalusia. /Dok. covid19.go.id.

FOKUS HUKUM
- Media massa memberitakan bahwa WHO membandingkan 10 vaksin COVID-19 dan Sinovac yang paling lemah dan Indonesia satu-satunya yang memesan vaksin Sinovac.


Benarkah berita tersebut? Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Badan POM: Dr. dra. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm, Apt, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Badan POM memberikan klarifikasinya. 


Dikutip dari laman resmi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, berikut ini adalah klarifìkasi soal itu:


Hingga saat ini, tidak ada dokumen dan informasi resmi dari WHO yang membandingkan respon imunitas 10 kandidat vaksin, atau pernyataan bahwa vaksin Sinovac rendah sebagaimana ditampilkan dalam pemberitaan. 


Hal ini pun sudah kami konfirmasikan kepada pihak WHO di Indonesia. 


Sampai saat ini belum ada pengumuman tingkat efikasi vaksin Sinovac baik dari pihak produsen maupun badan pengawas obat di negara tempat dilakukannya uji klinik. 


Selain itu, informasi bahwa hanya Indonesia yang memesan vaksin Sinovac juga tidak tepat. 


Selain Indonesia, sejumlah negara telah melakukan pemesanan vaksin COVID-19 dari Sinovac, seperti: Brazil, Turki, Chile, Singapura, dan Filipina. 


Bahkan, Mesir   juga sedang bernegosiasi untuk bisa memproduksi vaksin Sinovac di Mesir. 


Pemerintah telah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa vaksinasi hanya dilakukan dengan vaksin yang aman,  efektif, dan bermutu secepatnya. 


Badan POM, bersama Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli akan memastikan dan mengawal aspek keamanan, khasiat serta mutu dari vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO.


Keberhasilan penanganan Covid di Indonesia, akan menjadi keberhasilan kita sebagai bangsa dan juga sebagai bagian dari masyarakat dunia. 


Salah satu upaya percepatan untuk bisa keluar dari pandemi Covid-19 adalah dengan vaksinasi yang perlu dijalankan bersama dengan disiplin 3M. 


Jangan kendor: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, siap divaksinasi saat vaksin siap. (bud)

Komentar

Tampilkan

Other Stories