Iklan

Polda Metro Jaya Serukan Lima Tersangka Diminta Ikuti Jejak Habib Rizieq Shihab

12/13/2020, 06:27 WIB Last Updated 2020-12-12T23:27:43Z
masukkan script iklan disini

Ilustrasi Tersangka Tahanan diborgol. /Pixabaya.com/KlausHausmann.

FOKUS HUKUM
- Lima tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara akad nikah putri Habib Rizieq Shihab (HRS) di Petamburan, Jakarta Pusat diminta untuk segera menyerahkan diri.


Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Yusri Yunus menegaskan, pihaknya bakal melakukan penangkapan jika para tersangka tidak mengikuti jejak HRS yang telah menyerahkan diri.


"Lima tersangka itu kita kasih dua opsi, pertama menyerahkan diri sama dengan MRS, atau opsi kedua kami tangkap," tegasnya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 12 Desemebr 2020


Sebagai informasi, lima tersangka lain dalam kasus itu yakni Ketua Panitia Akad Nikah, HU; Sekretaris Panitia Akad Nikah, A; Penanggung Jawab Bidang Keamanan, MS; Penanggung Jawab Acara Akad Nikah SL; dan Kepala Seksi Acara Akad Nikah, HI.


Akad nikah HRS dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan pada Sabtu, 14 November 2020 itu ramai didatangi pengikut HRS. 


Kala itu banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19.


Sejumlah peserta juga tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu. 


Alhasil, klaster baru penyebaran Covid-19 muncul di lokasi tersebut.


Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. 


Para tersangka dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.


Lalu, ada pelanggaran Pasal 160 KUHP tentang penghasutan untuk melakukan kekerasan dan tidak menuruti ketentuan undang-undang dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4.500. 


Selain itu, ada pelanggaran Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang menghalang-halangi ketentuan undang-undang dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9 ribu. (rad)


Komentar

Tampilkan

Other Stories