Iklan

Majukan Olahraga Otomotif, Bamsoet Resmi Daftar Calon Ketua Umum IMI 2020-2024

12/08/2020, 14:51 WIB Last Updated 2020-12-08T07:51:06Z
masukkan script iklan disini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) periode 2020-2024. /Dok. MPR RI.

FOKUS HUKUM
- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) periode 2020-2024. 


Pendaftaran diterima langsung Ketua Tim Penjaringan Ketua Umum IMI, Ahmad Sahroni. Proses pemilihan akan dilakukan dalam Musyawarah Nasional IMI di Makassar, 20 Desember 2020.


"Langkah tersebut saya lakukan sebagai bentuk menjalankan amanah dari para pengurus daerah IMI yang menginginkan saya terlibat aktif dalam pemajuan industri dan olahraga otomotif di Tanah Air," ujar Bamsoet usai mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum PP IMI, di Jakarta, Senin, 7 Desember 2020.


Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, untuk memajukan industri dan olahraga otomotif di Indonesia, dirinya akan melibatkan seluruh stakeholder. 


Dari mulai pengurus pusat dan daerah IMI, hingga dengan para pemangku kepentingan seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pelaku usaha swasta serta jaringan internasional. 


"Selain juga menjadi jembatan bagi pemerintah dan swasta untuk bergotong royong membuat sarana dan prasarana untuk memajukan olahraga otomotif. 


Seperti membangun sirkuit F1, maupun sirkuit balapan motor/mobil lainnya," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.


Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menekankan, pemajuan industri otomotif berjalan seiringan dengan pemajuan olahraga otomotif nasional. 


Setelah memiliki sirkuit balap MotoGP di Lombok, IMI juga akan mendorong pemerintah membangun sirkuit F1 di Bali untuk lebih memajukan pariwisata Bali dan menjadi pesona dunia.

 

"Seizin Gubernur Bali, kIta bisa kerjasamakan berbagai potensi yang ada di Bali untuk mewujudkan sirkuit F1. Negara kecil seperti Singapura dan Malaysia saja bisa membuat sirkuit F1, Indonesia tidak boleh kalah."


"Kehadiran sirkuit F1 selain bisa meningkatkan prestise dan prestasi atlit pembalap Indonesia, juga bisa mendatangkan devisa bagi negara. Karena turis akan semakin banyak yang berdatangan ke Bali," pungkas Bamsoet. (*/bud)

Komentar

Tampilkan

Other Stories