Iklan

Begini Ekspresi Habib Rizieq Begitu Mendengar Enam Pengawalnya Tewas Ditembak

12/08/2020, 10:31 WIB Last Updated 2020-12-08T03:31:23Z
masukkan script iklan disini

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/muhalkaff22/watie_eco_racing.

FOKUS HUKUM
- Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman mengatakan, Imam Besar FPI, Habib Rizieq sangat bersedih atas gugurnya enam laskar saat mengawal dirinya beserta keluarga saat ingin mengaji subuh rutin.


"Beliau ucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, beliau sangat berduka karena ini laskar yang mengabdi kepada beliau. Beliau sangat sedih," kata Munarman saat jumpa pers, Senin, 7 Desember 2020.


Aparat Kepolisian Polda Metro Jaya menembak mati 6 orang dari 10 orang diduga pengikut MRS. 


Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan ke-enamnya ditembak mati karena berusaha melawan petugas.


Awalnya, Fadil menjelaskan anggotanya mendapati informasi adanya pengerahan massa diduga pengikut MRS yang bakal diperiksa hari ini di Polda Metro Jaya. Penyidik Polda Metro Jaya pun menelusuri di tol Jakarta-Cikampek.


“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang, meninggal dunia sebanyak 6 orang,” ujar Irjen Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Senin, 7 Desember 2020.


Amnesty International Indonesia meminta polisi transparan mengungkap kejadian penembakan yang menewaskan enam anggota Front Pembela Islam (FPI).

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta Polri menyingkap terjadinya penembakan terhadap anggota FPI. Kepolisian juga diminta transparan.


“Jika polisi yang terlibat dalam insiden itu melanggar protokol tentang penggunaan kekuatan dan senjata api, mereka harus diungkap secara terbuka dan diadili sesuai dengan hukum dan hak asasi manusia,” kata Usman dalam keterangannya, Senin.


Dia menilai harus ada penjelasan tentang apakah petugas terlibat dalam insiden penembakan telah jelas mengidentifikasi diri sebagai aparat penegak hukum sebelum melepaskan tembakan atau tidak. 


Selain itu apakah penggunaan senjata api dibenarkan dalam kondisi tersebut. (*/tim)

Komentar

Tampilkan

Other Stories