Iklan

Peringatan Hari Pahlawan Penting, Jangan Khianati Cita-Cita Pahlawan

11/11/2020, 08:23 WIB Last Updated 2020-11-11T01:23:26Z
masukkan script iklan disini

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsy. (Foto: Instagram @aboebakar15)

Fokushukum.com, Jakarta
- Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsy menilai peringatan hari pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November sangat penting. Salah satunya untuk mengingatkan kembali agar seluruh masyarakat Indonesia tidak mengkhianati warisan dan cita-cita para pahlawan.


“Mereka (para pahlawan) telah berkorban harta dan jiwa untuk memperjuangkan kemerdekaan. Oleh karenanya, jangan ada anak bangsa yang berpikir bekerja untuk kepentingan asing. Karena hal itu akan mengkhianati jasa pahlawan kita terdahulu," ujar Aboe Bakar dalam siaran persnya kepada Parlementaria, Selasa (10/11/2020).


Sebagai generasi penerus bangsa, lanjutnya, memperingati hari pahlawan salah satunya adalah dengan merawat kemerdekaan. Tidak hanya itu, seluruh anak bangsa juga memiliki tugas untuk meneruskan cita cita para pahlawan atas Bangsa Indonesia. Setidaknya ada tiga cita-cita dari para pahlawan yang wajib diteruskan. Pertama, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kedua untuk memajukan kesejahteraan umum, dan ketiga mencerdaskan kehidupan bangsa.


"Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia tidak hanya berarti secara fisik. Namun bermakna melindungi kepentingan-kepentingan rakyat, jangan sampai kepentingan rakyat dikalahkan dengan kepentingan asing,” tegas politisi Fraksi PKS ini. Sedangkan melindungi tumpah darah Indonesia, tambah Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, berarti komitmen yang besar untuk memanfaatkan sumber daya yang ada, hanya untuk kepentingan anak bangsa.


Ditambahkan Aboe Bakar ini, dalam konteks pandemi seperti saat ini, melindungi segenap Bangsa Indonesia berarti harus bekerja keras untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman Covid-19. Perjuangan dalam melawan Covid-19 adalah bentuk kekinian dalam meneladani semangat kepahlawanan.  Tentunya, hal ini harus dipelopori oleh pemerintah yang memiliki tanggung jawab atas pengelolaan negara. (dpr)

Komentar

Tampilkan

Other Stories