Iklan

Patroli di Selat Malaka, Bakamla Selamatkan Nelayan Indonesia

11/01/2020, 20:19 WIB Last Updated 2020-11-01T13:19:34Z
masukkan script iklan disini

Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI memberikan pertolongan terhadap kapal nelayan tradisional. (Foto: Instagram @bakamla_ri)

Fokushukum.com, Kuala Tanjung - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI memberikan pertolongan terhadap kapal nelayan tradisional yang terapung selama dua hari dan hampir terseret arus  ke wilayah perairan Malaysia. Kapal tersebut ditemukan di Perairan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.


Demikian diungkapkan Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, dalam rilis, Kamis (29/10/2020).


Nelayan atas nama Abdulrahman dan keempat temannya pergi melaut dengan harapan dapat pulang dengan membawa hasil tangkapan ikan yang melimpah. Namun nasib baik sedang tidak berpihak kepadanya. Secara tiba-tiba, kapal kayu yang digunakannya untuk mencari nafkah mengalami mati mesin. Malangnya lagi, Abdulrahman dan keempat temannya harus terapung-apung selama dua hari di tengah laut, tanpa adanya tanda-tanda kapal nelayan lain yang mendekat ke arahnya.


Beruntung kapal putih bertuliskan Indonesia Coast Guard mendekat ke arahnya. Melihat kapal kayu yang terapung-apung, Komandan KN. Pulau Dana - 323 Letkol. Bakamla Hananto Widhi memerintahkan untuk mendekat. Setelah dilakukan kontak secara visual, awak kapal kayu tersebut memberikan sinyal memohon pertolongan.


Tak perlu waktu lama, Komandan KN. Pulau Dana - 323 mengerahkan personelnya untuk mendekat menggunakan rigid hulled inflatable boat (RHIB). Personel yang telah sampai di atas kapal kayu melaporkan bahwa kapal mengalami kerusakan dan mati mesin.


Kapal ditarik mendekat ke lambung kiri KN. Pulau Dana - 323 dan seluruh awak kapal dipersilahkan untuk beristirahat sejenak di atas KN. Pulau Dana - 323.


Sambil menunggu kapal diperbaiki oleh personel KN. Pulau Dana - 323, Abdulrahman menceritakan kepada Komandan KN. Pulau Dana - 323 bahwa dirinya dan keempat temannya sudah terapung selama dua hari.


Mereka juga sudah kehabisan persediaan air minum dan makanan. "Untung saja kami diselamatkan oleh Bakamla RI, kalau tidak, sebentar lagi kami sudah terbawa arus memasuki perairan Malaysia", ucap Abdulrahman penuh syukur.


Setelah selesai diperbaiki, seluruh nelayan dan kapalnya kembali ke Kuala Tanjung dengan selamat. (inf)

Komentar

Tampilkan

Other Stories