Iklan

Ketum PSSI Dukung Pelatih Shin Tae-Yong Coret 2 Pemain Timnas U-19

11/25/2020, 14:48 WIB Last Updated 2020-11-25T07:48:21Z
masukkan script iklan disini

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan. /Instagram.com/@mochamadiriawan84.

FOKUS HUKUM
- Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan tegas menegaskan dirinya mendukung penuh keputusan pelatih Shin Tae-Yong yang mencoret dua pemain Timnas Indonesia U-19 karena perilaku indisipliner.


Untuk diketahui, dalam pemusatan latihan Timnas U-19 yang digelar awal pekan ini, pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong mencoret dua pemain timnas U-19. 


Antara lain, Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian lantaran melakukan aksi indisipliner.


Baik Serdy maupun Mochammad Yudha dipulangkan ke klubnya masing-masing sejak Selasa, 24 November 2020. 


Hanya saja, Shin Tae-Yong tak mau mengungkapkan secara detail, perilaku indisipliner seperti apa yang telah dilakukan kedua pemain itu.


“Dua pemain yaitu Serdy dan Yudha telah melakukan tindakan indisipliner yang berat. Untuk itu, kami langsung memulangkan mereka,” tegas Shin Tae-Yong.


Untuk Serdy, pencoretan ini jadi yang kedua kalinya ia peroleh setelah sebelumnya, pemain asal Bhayangkara FC itu dicoret satu hari jelang Timnas Indonesia U-19 berangkat ke Kroasia dalam kurun waktu 29 Agustus 2020 lalu.


Di periode itu, Serdy dicoret bersama Ahmad Afhridzal karena telat 10 menit tiba di lokasi pemusatan latihan. 


Dampaknya, Serdy dan Ahmad Afhridzal batal diberangkatkan ke Kroasia. Namun sebenarnya, pelatih Shin Tae-Yong masih berbaik hati kepada Serby.


Alasannya pada TC virtual Timnas Indonesia U-19 yang digelar sedari 5 November hingga 13 November lalu, Serdy dipanggil kembali. 


Namun, Serdy lagi-lagi melakukan aksi indisipliner dan mau tak mau dicoret tuk lagi dari skuad besutan Shin Tae-Yong.


Ketum PSSI sendiri sudah sedari awal mewanti-wanti para pemain Timnas Indonesia U-19 untuk disiplin. 


Pasalnya, biaya TC timnas U-19 menggunakan dana APBN. Karena itu, tidak ada alasan bagi pemain yang tergabung di Timnas U-19 untuk malas-malasan, atau sampai melakukan aksi indisipliner.


“Tidak ada tempat di Timnas U-19 bagi pemain yang melakukan indisipliner. Uang yang digunakan ini dari rakyat. Jadi seluruh pemain harus serius. Jangan main-main."


"Kalau main-main pasti dicoret, contoh yang menimpa dua pemain tersebut,”  tegas Iriawan.


Sekadar informasi, dengan dicoretnya Serdy dan Mochammad Yudha, itu artinya pemusatan latihan Timnas U-19 yang digelar di Jakarta ini tersisa 35 pemain. 


Sebelumnya sudah ada Beckham Putra yang dicoret karena mengalami cedera. (pol)

Komentar

Tampilkan

Other Stories