Iklan

Sidang Vonis Asuransi Jiwasraya dengan Protokol Kesehatan Ketat

10/13/2020, 10:50 WIB Last Updated 2020-10-13T03:50:29Z
masukkan script iklan disini

Mantan Dirut Jiwasraya, Hendrisman Rahim. (Foto : katadata.co.id)

Fokushukum.com, Jakarta
- Agenda persidangan pembacaan vonis terhadap tiga terdakwa mantan pejabat PT Asuransi Jiwasraya (AJS) menurut rencana dijadwalkan digelar siang ini.  Ketiga terdakwa akan mendengarkan putusan majelis hakim terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Gedung Pengadilan Negeri/Pengadilan Tipikor) Jakarta. 


Ketiga terdakwa tersebut adalah mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT AJS Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan. Kemudian Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto juga akan menjalani sidang vonis dengan perkara yang sama.


“Sidang akan digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus. Sidang rencananya digelar pukul 13.00 WIB,” kata Bambang Nurcahyono, Pejabat Humas PN Jakarta Pusat kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/10/2020). 


Menurut Bambang, persidangan akan digelar dengan protokol ketat, mengingat PN Jakpus sebenarnya masih ditutup (lockdown) karena 5 pegawainya sebelumnya dinyatakan positif terpapar Covid-19.


“Sidang menerapkan protokol kesehatan secara ketat artinya yang meliput di dalam hanya terbatas, selebihnya memantau melalui giant monitor (layar lebar) yang telah disiapkan oleh PN di luar," jelasnya.


Sebelumnya, Hendrisman Rahim dituntut penjara 20 tahun, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dituntut penjara seumur hidup, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan dituntut 18 tahun penjara. Ketiganya juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan.


Terdakwa Joko Hartono Tirto juga dituntut jaksa penjara seumur hidup dan membayar denda Rp1 miliar subsider 6 bulan.


Terdakwa disangkakan telah melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). 


Dalam perkara ini, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka, masing-masing Benny Tjokro Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram), Heru Hidayat; mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan; serta Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.


Terdakwa Benny Tjokro dan Heru Hidayat untuk sementara belum mendengarkan surat tuntutan jaksa karena sedang menjalani isolasi mandiri karena dinyatakan terpapar Covid-19.


Benny Tjokro dan kawan-kawan didakwa telah memberi suap kepada tiga (3) mantan pejabat PT Asuransi Jiwasraya. Mereka disangkakan telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu memperkaya diri melalui transaksi pembelian dan penjualan saham dengan sejumlah pejabat yang berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar Rp16 triliun. (rad)

Komentar

Tampilkan

Other Stories