Iklan

Polisi Klaim Tangkap 500 Perusuh Saat Aksi Demo Omnibus Law

10/14/2020, 16:07 WIB Last Updated 2020-10-14T09:07:11Z
masukkan script iklan disini

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @jakarta.ku)

Fokushukum.com, Jakarta
- Polda Metro Jaya menyebut sebanyak 500 orang, termasuk dari kelompok Anarko ditangkap pihak kepolisian. Mereka terlibat kericuhan dalam aksi demo menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.


Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan ratusan orang yang diamankan itu bukan hanya yang mengikuti aksi di kawasan Patung Kuda bersama ANAK NKRI, melainkan juga di wilayah lainnya.


“Sampai saat ini sekitar 500 orang yang kita tangkap, termasuk Anarko yang ada di wilayah,” ujar Irjen Nana Sudjana di Halte Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020).


Menurut Nana, aksi demonstrasi sempat diwarnai kericuhan sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden tersebut terjadi sesaat setelah massa dari ANAK NKRI membubarkan diri.


“Aksi berjalan lancar dari pukul 13.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB dan kami memang sudah ada kesepakatan selesai pukul 16.00 WI ketika ANAK NKRI selesai mereka kembali. Anak-anak Anarko inilah kemudian bermain (melempari petugas),” ungkapnya.


Nana memperkirakan ada 600 orang yang terdiri dari masyarakat, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat yang membuat kericuhan tersebut. Mereka berusaha memprovokasi petugas dengan cara melempar botol dan batu.


“Awalnya kita bertahan tidak terpancing, tapi mereka terus melempari. Dalam kondisi itu kami melakukan pendorongan dan penangkapan,” tuturnya.


Hingga saat ini, lanjut Nana, petugas kepolisian dibantu TNI masih melakukan pengejaran massa. Hal itu dilakukan guna mencegah tindakan anarkisme dan perusakan fasilitas umum.


“Saat ini kita tetap melakukan pendorongan jangan sampai mereka melakukan anarkisme lagi yaitu perusakan apalagi pembakaran. Kita tak segan melakukan tindakan hukum,” tukasnya. (pol)

Komentar

Tampilkan

Other Stories