Iklan

Kapolda Metro Imbau Jangan Terprovokasi Hoax Omnibus Law

10/13/2020, 15:48 WIB Last Updated 2020-10-13T08:48:40Z
masukkan script iklan disini

Buruh dan aspek masyarakat lainnya turun ke jalan- jalan untuk melakukan unjuk rasa menolak Omnibus Law. (Foto : Instagram @jakartabersuara)

Fokushukum.com, Jakarta
– Polda Metro Jaya menamankan 1.192 orang kelompok anarko yang ikut demoOmnibus Law di beberapa wilayah Jakarta kamis lalu. Polisi menyebut, kelompok tersebut berasal dari berbagai daerah yang terprovokasi undangan di media sosial.


Kapolda Metro Jaya (Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, M.M) pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Masyarakat diimbau untuk tidak termakan hoaks dan ajakan – ajakan di media sosial terkait demo Omnibus Law.


“Saya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dan cerdas menyikapi seruan undangan dari media sosial maupun konten provokatif yang banyak mengandung hoaks,” kata Kapolda Metro Jaya.


Ia juga meminta masyarakat untuk menyaring informasi yang beredar luas di media sosial sebelum menyebarkannya kembali. Ia mengingatkan konsekuensi pidana bagi mereka yang menyebarkan hoaks di media sosial.


“Kita akui banyak hoaks seruan yang bersifat provokatif yang mengarah ke anarkisme. Ini saya harapkan menyaring sebelum dibagikan. Jangan karena masalah itu bisa jadi tersangka terkait penyebaran hoaks tersebut,” jelasnya.


Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan 1.192 orang diduga anarko yang hendak ikut aksi di DPR pada Kamis (08/10/2020) lalu. Mereka berasal dari luar Jakarta, yang difasilitasi untuk datang memenuhi undangan aksi anarkis. (pol)

Komentar

Tampilkan

Other Stories