Iklan

GPII dan PII Protes Keras Penyerangan Aparat di Kantor Jalan Menteng Raya

10/14/2020, 13:50 WIB Last Updated 2020-10-14T07:03:16Z
masukkan script iklan disini

GPI dan PII diserang aparat keamanan dan beberapa pengurus ikut dibawa ke markas kepolisian. (Foto : Toha Almasyur)

Fokushukum.com,  Jakarta
-  Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) mengecam penyerangan dan perusakan kantor Pusat GPII dan Kantor PII di Jalan Menteng Raya 58, pada Selasa petang , 13 Oktober 2020 oleh aparat kepolisian menyusul aksi demo menolak Omnibus Law.


Sebagaimana viral melalui media sosial dan beredar di berbagai Grup Whatsap, kantor GPII dan Kantor Pelajar Islam Indonesia (PII) yang berada di kompleks Menteng Raya 58 diserang aparat keamanan dan beberapa pengurus ikut dibawa ke markas kepolisian.


"Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam menyanyangkan dan mengecam tindakan represif aparat kepolisian yang merusak kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPII) yang beralamat di JI. Menteng Raya Nomor. 58 Jakarta Pusat pada tanggal 13 Oktober 2020 pukul 21.30 malam hari," demikian Statemen PP GPII yang ditanda-tangani Ketua Umum Masri Ikoni dan Sekretaris Jenderal Ujang Rizwansyah, Selasa Malam (13/10/2020).


GPII juga meminta kepolisian RI  untuk mengevaluasi jajarannya karena tidak mengedepankan protokol POLRI dalam mengamankan aksi demonstrasi.


GPII juga meminta kepolisian segera melepaskan kader kader GPII yang ditangkap dan dibawa aparat kepolisian ketika perusakan tersebut berlangsung. "Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPI) meminta segera bebaskan kader-kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang ditangkap dalam peristiwa penyerangan aparat kepolisian ke

kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII)".


Menurut GPII, para kader tersebut berada di kantor ketika sedang melakukan agenda agenda rutin keorganisasian.


GPII juga menyatakan akan mengambil langkah hukum terkait penangkapan kader kadernya.


Atas insiden tersebut, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia juga mengimbau dan meminta pada kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia di seluruh Indonesia untuk tetap menahan diri untuk tidak mengambil tindakan diluar akal sehat dan konstitusi negara.


Sementara itu Ketua Umum PB Pelajar Islam Indonesia (PII) Husin Tasrif kepada pers, Rabu (14/10) mengecam keras aksi penyerangan, penganiaya dan diskriminasi terhadap pengurus PII.


PII mendesak Kapolda Metro membebaskan anggotanya yang ditangkap, mendesak Kapolda memberi sanksi kepada oknum aparat yang melakukan penyerangan, dan mendesak Kapolda Metro Jaya memberikan penjelasan resmi atas insiden tersebut. Demikian laporan Toha Almasyur. (*)


Komentar

Tampilkan

Other Stories