Iklan

1.000 Orang yang Diamankan Polisi, Bukan Buruh dan Mahasiswa

10/12/2020, 09:35 WIB Last Updated 2020-10-12T02:35:10Z
masukkan script iklan disini

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @jakarta.ku)

Fokushukum.com, Jakarta
– Polda Metro Jaya mengamankan hampir 1.000 orang dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law yang berakhir rusuh pada Kamis (08/10/2020). Mereka yang diamankan bukan dari kelompok mahasiswa dan buruh.


Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus) menegaskan, yang diamankan adalah orang – orang yang sengaja membuat kericuhan saat demo berlangsung.


“Orang yang mengikuti demo tidak ada yang diamanka, orang ini yang pada saat ingin demo terkena razia yang memang ada indikasi rusuh. Bukan buruh, bukan mahasiswa mereka ini mau membuat kerusuhan,” tegasnya.


Ia menuding bahwa mereka yang diamankan adalah kelompok anarko, hingga masyarakat yang hanya memanfaatkan momen demonstrasi. Perlu diketahui, kelompok anarko adalah orang – orang yang menolak keberadaan negara maupun aturan.


“Ada indikasi anarko. Tidak ada mahasiswa dan buruh, Mereka terdiri dari pengangguran, orang jalan, pengamen,” ungkapnya.


Ia juga menyebut saat diperiksa mereka ada yang membawa senjata. (pol)

Komentar

Tampilkan

Other Stories