Iklan

SKK Migas dan Chevron Teken Produksi Migas di Blok Rokan

9/29/2020, 16:27 WIB Last Updated 2020-09-29T09:27:02Z
masukkan script iklan disini

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. (Foto : skkmigas.go.id)

Radarbisnis.com, Jakarta
- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), bersama PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), operator Blok Rokan, menandatangani perjanjian (Heads of Agreement/ HoA) terkait produksi di masa transisi.


Perjanjian ini terkait akselerasi investasi dan pengeboran di Wilayah Kerja (WK) atau Blok Rokan, guna mendukung kegiatan produksi dan menjaga agar produksi tidak turun ketika akan dialihkan kepada Pertamina.


 Perjanjian ini memungkinkan Chevron untuk melakukan kegiatan pengeboran di Blok Rokan sebelum berakhirnya masa kontrak pada Agustus 2021. 


Menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto,  dalam rangka mengoptimalkan tingkat produksi Blok Rokan selama masa peralihan, pemerintah perlu mengawal kelanjutan investasi sebelum Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Rokan berakhir.


"Oleh sebab itu, dibutuhkan Heads of Agreement (HoA) dan amandemen KKS WK Rokan yang berisi ruang lingkup kegiatan pengeboran dan pengembalian biaya investasi di akhir masa KKS, serta biaya pencadangan Abandonment and Site Restoration yang belum diatur secara jelas dalam KKS generasi tersebut," kata Dwi dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/09/2020).


Perjanjian ini menurutnya bersifat win-winbagi kedua pihak karena dengan adanya kejelasan pengembalian investasi, maka harapannya produksi Blok Rokan tidak menurun.


Menurutnya, ini merupakan cara SKK Migas untuk memastikan tingkat produksi dapat terus terjaga pada saat transisi dan masa-masa berikutnya.


"Dalam jangka pendek, ini adalah salah satu langkah nyata menjaga produksi migas 2021 tidak turun," tegasnya.


Sedangkan Presiden Direktur CPI Albert Simanjuntak mengatakan bagi CPI, Blok Rokan merupakan fondasi dari industri energi dan telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk kemajuan negara selama beberapa dekade.


"Perjanjian ini merupakan hasil dari kemitraan yang kuat dan kolaboratif dengan Pemerintah Indonesia," ujarnya.


Setelah perjanjian ini, PT CPI akan bekerjasama dengan SKK Migas untuk menyelesaikan detil implementasi dalam beberapa minggu mendatang, untuk menunjang dimulainya kegiatan pengeboran.


 SKK Migas meminta Chevron Pacific Indonesia untuk tetap melakukan pemboran 11 sumur produksi pada kuartal keempat tahun ini, meski kontrak Chevron di Blok Rokan akan berakhir pada Agustus 2021.


Sedangkan Penasihat Ahli SKK Migas Satya Widya Yudha  menuturkan, bahwa SKK Migas menargetkan produksi Blok Rokan bisa naik sekitar 5.000 barel minyak per hari dari saat ini rata-rata sekitar 170.000 barel per hari. (inf)

Komentar

Tampilkan

Other Stories