Iklan

Sangat Tegas, MUI Nyatakan Menolak Program Sertifikasi Da'i

9/09/2020, 10:17 WIB Last Updated 2020-09-09T03:17:27Z
masukkan script iklan disini

Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi. (Foto : Instagram @muipusat51)

Fokushukum.com, Jakarta
- Program sertifikasi da'i yang akan dikeluarkan Kementerian Agama mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 


Wakil Ketua Umum MUI, KH. Muhyiddin Junaidi menegaskan, rencana sertifikasi da'i/muballigh yang akan dikeluarkan Kementerian Agama telah menimbulkan kegaduhan, kesalapahaman dan kekhawatiran akan adanya intervensi pemerintah pada aspek keagamaan. Keputusan itu sesuai keputusan rapat pimpinan MUI pada Selasa (8/9/2020).


"Kita khawatir  dalam pelaksanaannya dapat menyulitkan umat Islam dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mengontrol kehidupan keagaamaan," kata Wakil Ketua Umum MUI, KH. Muhyiddin Junaidi dalam siaran persnya, Selasa (8/9/2020).


Sebaiknya, lanjut Muhyiddin, program sertifikasi da'i diserahkan kepada ormas/kelembagaan Islam seperti MUI dan pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan sertifikasi da'i. 


Lebih lanjut, ia mengimbau kepada semua pihak agar tidak mudah mengaitkan masalah radikalisme dengan ulama, da'i/mubaligh dan hafizh serta tampilan fisik mereka, termasuk yang lantang menyuarakan amar makruf nahi munkar bagi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara. (rad)

Komentar

Tampilkan

Other Stories