Iklan

Ada-ada Saja, Rencana Hilangkam Mapel Sejarah Meresahkan

9/24/2020, 13:47 WIB Last Updated 2020-09-24T06:47:52Z
masukkan script iklan disini

Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan. (Foto : dpr.go.id)

Fokushukum.com, Jakarta
 -Wacana menghilangkan mata pelajaran (mapel) sejarah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah meresahkan banyak pIhak, terutama para guru sejarah dan sejarawan. Mendikbud Nadiem Makarim pun diserukan agar berhati-hati menyikapi isu ini.


Demikian disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan, saat mengikuti Rapat Kerja dengan Mendikbud di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2020). “Pelajaran sejarah yang akan dihilangkan menimbulkan keresahan para guru sejarah dan sejarawan. Kami ingin mengingatkan kepada Mas Menteri bahwa hal-hal seperti ini harus cukup hati-hati menyikapinya,” ingatnya.


Anggota F-PDI Perjuangan DPR ini, mengingatkan Mendikbud bahwa Presiden Soekarno pernah menyampaikan "Jas Merah" (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah) dalam pidatonya. Kemendikbud bisa saja membangun kualitas SDM Indonesia dengan mapel sains. Tapi, tetap tidak boleh meninggalka mapel sejarah.


"Dari sejarah kita bisa memandang ke depan. Dari sejarah kita bisa melihat mana yang jadi panutan kita dan kita perbaiki pada masa depan. Perjuangan para pahlawan harus menjadi simbol perjuangan generasi sekarang untuk mengisi kemerdekaan. Kami tak meragukan itikad baik Mas Menteri, cuma mungkin harus hati-hati mendiskusikan ini. Justru kami juga jadi tidak nyaman," ungkap legislator dapil Sumut I ini. (dpr)

Komentar

Tampilkan

Other Stories