Iklan

Aktivis 98 Sebut KAMI Adalah Bagian dari Oligarki Orba, Ini Buktinya

8/19/2020, 18:14 WIB Last Updated 2020-08-19T12:13:10Z
masukkan script iklan disini

 

Sejumlah organisasi aktivis 98 yang tergabung dalam Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98 menyatakan sikap terkait kehadiran KAMI. (Foto: Humas PPJNA 98)

Fokushukum.com, Bogor - Kehadiran Titik Soeharto atau Mbak Titik di acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) diinilai sebagai fakta bahwa KAMI merupakan bagian dari sekenario oligarki orde baru yang ingin berkuasa lagi dengan memanfaatkan situasi pandemi Covid 19.


"Situasi rakyat yang sedang sulit perekonomian dimanfaatkan dan diprovokasi seolah olah yang salah adalah Presiden Jokowi padahal kondisi pertumbuhan ekonomi yang minus dialami oleh negara negara maju di dunia," kata Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98 Anto Kusumayuda melalui pernyataan tertulis, Rabu (19/8/2020).


Menurutnya, KAMI selain merupakan persekongkolan oligarki orde baru yang sangat keterlaluan bekerjasama dengan eks HTI dan jaringannya yang jelas jelas menolak sistem demokrasi, menolak Pancasila dan UUD 45 yang akan digantikan dengan sistem Ke Khilafahan.


"Apapun dilakukan demi meraih kembali kekuasaan dan balas dendam karena telah digulingkan pada waktu reformasi 98," katanya.


Pernyataan Sikap Aktivis 98


Oleh karena itu atas nama PPJNA 98, beserta tokoh, elemen pergerakan yang senantiasa mengawal perjuangan reformasi dan demokratisasi di Indonesia menyampaikan pernyataan sikap, yaitu :


  1. Menyerukan kepada kekuatan perubahan, kekuatan gerakan reformasi 98 untuk bersatu bersama rakyat melawan oligarki orde baru yang masih gentayangan melakukan konspirasi jahat untuk mengembalikan kekuasaannya yang telah ditumbangkan oleh gerakan reformasi 98.'
  2. Kepada Bapak Presiden Jokowi untuk menindak tegas dan membersihkan oligarki orde baru, serta mengintruksikan pada Jaksa Agung, Kapolri dan Panglima TNI untuk menyita harta kekayaan hasil korupsi selama 32 tahun orde baru yang ada didalam negeri maupun diluar negeri digunakan untuk kepentingan rakyat bangsa dan negara.
  3. Mengingat pandemi Covid 19 belum berakhir, kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu, bahu membahu, dalam sebuah gerakan rakyat melawan Covid 19 bersama Presiden Jokowi serta meningkatkan kepekaan kepedulian, berbagi pada sesama yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid 19. Serta bersama sama seluruh rakyat Indonesia menciptakan stabilitas keamanan nasional, dengan keamanan yang stabil merupakan prasyarat penting dalam keberhasilan melawan Covid 19 dan pemulihan perekonomian nasional..
  4. Jangan seperti "KAMI" dan antek antek orde baru ditengah pandemi Covid 19 malahan membuat kekacauan, memfitnah, memprovokasi rakyat, sampai akan menggulingkan pemerintahan Jokowi yang tengah bekerja menyelamatkan rakyat dari ancaman kematian akibat Covid 19 dan memulihkan perekonomian nasional.*
  5. Dalam momentum kemerdekaan yang ke 75 kami mengajak untuk selalu bersyukur atas karunia kemerdekaan serta selalu berdoa memohon pada Allah SWT untuk selalu melindungi negeri ini, melindungi Presiden Jokowi yang tengah berjuang bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara. Aamiin YRA. (*/bud)
Komentar

Tampilkan

Other Stories