Iklan

Pilih Menantu Jokowi, Ini PDIP Tidak Calonkan Akhyar di Pilwakot Medan

8/12/2020, 14:33 WIB Last Updated 2020-08-12T07:33:10Z
masukkan script iklan disini

 

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.(Foto : Instagram @sekjenpdiperjuangan)

Fokushukum.com, Jakarta – DPP PDI Perjuangan memutuskan untuk tidak mengusung calon petahana yang merupakan mantan kadernya, Akhyar Nasution, dalam Pilwakot Medan pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.


Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, membeberkan alasannya mengapa PDIP menyalonkan pasangan Bobby Nasution-Aulia Rahman. Bobby adalah menantu presiden Jokowi. Sementara Aulia adalah kader Partai Gerindra.


“Kami melakukan pemetaan politik, kami mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Nah, berdasarkan kajian yang dilakukan Pak Djarot Saiful Hidayat selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, kami melihat bahwa ada dugaan berkaitan dengan persoalan yang membuat yang bersangkutan (Akhyar, red) tidak bisa dicalonkan oleh PDI Perjuangan,” kata Hasto dalam Konferensi Pers daring seusai pengumuman 75 Cakada PDIP, di Jakarta, Selasa (11/8/2020).


Selain karena ambisi kekuasaan juga ada indikasi dugaan berkaitan dengan faktor hukum tersebut.


Hasto menyatakan PDIP memang berkomitmen untuk tidak mencalonkan mereka yang memiliki persoalan hukum di Pilkada 2020 tahun ini. Khususnya Medan, yang belakangan juga menuai sorotan pasca ditetapkannya 11 Anggota DPRD Sumut terkait kasus suap Eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.


“Karena itulah, partai memegang komitmen untuk tidak pernah mencalonkan mereka yang punya potensi terkait persoalan hukum. Kami lihat di Kota Medan ada suatu operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Hasto. (sua)

Komentar

Tampilkan

Other Stories