Iklan

Syahrul Ingatkan Pembangunan Infrastuktur Riau Harus Ditingkatkan

7/10/2020, 11:25 WIB Last Updated 2020-07-10T04:25:09Z
masukkan script iklan disini
Anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat.  (Foto : Instagram @syahrulaidimaazat)
Fokushukum.com, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat menyatakan pemulihan ekonomi, industri dan pariwisata harus terus menjadi fokus arah kebijakan pembangunan nasional Provinsi Riau, khususnya untuk tahun 2021 mendatang. Terutama, tak kalah pentingnya dalam peningkatan sektor pembangunan infrastruktur di Riau. Mengingat, ungkap Syahrul, membangun Riau tentunya sama dengan membangun Indonesia.

Terlebih, Riau menjadi jendela bagi hubungan Indonesia dengan luar negeri khususnya Malaysia, Singapura dan Thailand. Pemaparan tersebut disampaikan Syahrul Aidi Maazat saat RDPU Komisi V DPR RI dengan Gubernur Provinsi Riau Syamsuar yang diselenggarakan secara virtual dan fisik di Ruang Rapat Komisi V, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

“Sama-sama kita kawal infrastruktur di Riau. Karena, membangun Riau sama dengan membangun Indonesia. Kami juga sudah melihat kondisi pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru-Dumai. Serta, mengunjungi juga Roro Dumai yang direncanakan Dumai-Malaka yang menjadi pintu gerbang bagi hubungan internasional,” ujar Syahrul.

Menurut legislator dapil Riau II itu, jika arah kebijakan pembangunan nasional tersebut betul-betul dapat tercipta dengan sinergi pembangunannya bersama Kementerian terkait, maka akan menimbulkan dampak positif multiplier effect bagi perekonomian Indonesia pada umumnya, dan Riau pada khususnya.

“Arahnya ke sana, mudah-mudahan ini bisa kita laksanakan dan kita eksekusi di tahun 2021 dengan bantuan dari Komisi V DPR RI. Insya Allah, pembangunan infrastruktur di Riau akan meningkat untuk tahun-tahun berikutnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena memang, hampir di setiap rapat dengar pendapat dengan Kementerian kita bicara tentang Riau,” pungkas politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu. (dpr)
Komentar

Tampilkan

Other Stories