Iklan

Ricky Vinando Sebut Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko Berbohong, Soal Apa ya?

7/05/2020, 17:35 WIB Last Updated 2020-07-05T16:00:07Z
masukkan script iklan disini
Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko dan Menteri BUMN Erick Thohir (Foto : Bisnis.com)

Fokushukum.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir pernah menyebut Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko, sebagai orang baik dan harus dilindungi. Erick juga mengaku Hexana orang yang mau bekerja berdasar kesediaannya memimpin Jiwasraya yang gagal bayar dan mengalami defisit.

Boleh-boleh saja pimpinan menilai anak buahnya demikian, namun rupanya publik juga memiliki penilaiannya sendiri-sendiri. Begitu juga fakta-fakta pada saatnya nanti juga memiliki penilaian yang sulit dibantah.

Seorang praktisi hukum Ricky Vinando SH yang aktif mengikuti perkembangan hukum yang melibatkan Asuransi juga memiliki penilaiannya sendiri. Dia menuding Direktur Utama Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko banyak melakukan kebohongan.

"Hexana sudah menyebarkan berita bohong atau hoax terkait JS Saving Plan, kebohongan di depan Panja DPR-RI terkait portofolio Jiwasraya, juga pernyataannya di BAP terkait transaksi saham MYRX," kata Ricky Vinando SH, Minggu (5/7/2020).

Begitu juga ketidakjujuran soal Laporan Keuangan 2018, soal adanya permintaan Direksi dan Komisaris Jiwasraya guna merekayasa hasil Audit Laporan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya pada 2018  adalah berasal dari keterangan BAP Auditor PricewaterhouseCoopers (PwC) M. Jusuf Wibisana.

Di bawah ini adalah keterangan pers tertulis Praktisi Hukum Ricky Vinando SH kepada Fokushukum.com selengkapnya, sebagai berikut:

1. Bahwa, para kuasa hukum 6 terdakwa kasus Jiwasraya kurang galak saat mencecar saksi Hexana Tri Sasongko. Karena saat salah satu kuasa hukum Terdakwa Jiwasraya, Heru Hidayat, ada menanyakan soal JS Saving Plan, Hexana jawab di bawah sumpah  seolah-olah mengatakan tidak ada masalah dengan JS Saving Plan periode 2012-2017, Bahasanya Hexana, tidak ada gagal bayar selama periode 2012-2017, gagal bayar baru 2018;

2. Bahwa harusnya Hexana itu ditekan saja ya, lah saudara di media bilang ada skema Ponzi pada produk JS Saving Plan, ya wajar sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi gagal bayar karena banyak masuk nasabah baru, 2018 gagal bayar karena nasabah baru nya sedikit atau Jiwasraya telah tidak mampu menutupi liabilitas Jiwasraya untuk membayar pemegang polis JS Saving Plan yang telah jatuh tempo yang mana selama ini uang yang baru masuk diambil untuk bayar yang lama.

Kan ini keterangan saudara sendiri di media dan sudah menyebar luas, saudara akui saja lah mengenai kebenaran pernyataan saudara di media mengenai Ponzi pada JS Saving Plan, ini kami pegang semua bukti pernyataan saudara di media, hati-hati saudara jika memberikan keterangan palsu di bawah sumpah ada ancaman pidana  7 tahun loh saudara ya, karena keterangan saudara merugikan terdakwa ini. Jadi, bagaimana kalau dikaitkan dengan keterangan saudara di media soal Ponzi jika saudara bilang 2012-2017 baik-baik saja JS Saving Plan?

Sementara saudara akui saat saudara masuk Jiwasraya Agustus 2018, sudah tidak ada lagi kesanggupan uang , sampai gagal bayar, yang 2012-2017 itu dikaitkan dengan keterangan saudara di media mengenai Ponzi bagaimana, jelaskan dulu. Kalau sekiranya saudara tidak jawab, berarti kami anggap yang di media itu bohong, saudara siap-siap saja dilaporkan karena menyebar berita bohong. Kalau tidak bohong yang di media soal Ponzi, ya saudara jelaskan sekarang juga!;

Harusnya seperti itu taktik menekan Hexana, supaya semuanya terbuka lebar dan terang serta jelas bahwa yang gagal bayar itu terkait JS Saving Plan yang bunga nya di atas 8% yaitu 9-10%, itulah yang membuat Jiwasraya gagal bayar hingga belasan triliun rupiah karena sebelum-sebelumnya bisa lancar bayar diduga kuat pakai skema Ponzi, Hexana sudah akui itu di media, harusnya dia tahu resikonya jika menyebarkan berita bohong di media ya ada ancaman pidana barangsiapa menyebar hoax di media.

Harusnya itu dilakukan sebagai upaya menjauhkan para terdakwa atau Benny Tjokro dari tuduhan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Tipikor itu, kalau digiring kayak di atas, ditarik ke arah tindak pidana penggelapan sebagaimana Ponzi yang dibilang Hexana di media, Ponzi itu modus penggelapan penipuan.

Hexana tidak mengungkapkan apa yang pernah dia sampaikan selama ini di media soal JS Saving Plan Ponzi, ya sudah itu berarti berita bohong, pidanakan
saja menyebar berita bohong, tak boleh sebar berita bohong, Hexana ingat kasus Ratna Sarumpaet kan dia masuk penjara gegara nyebar berita dianiaya mukanya padahal itu oplas dan terjadi keonaran di tengah masyarakat. 

Omongan Hexana itu bikin keonaran soal Ponzi. Apalagi dia tak terbuka di sidang, ya sudah anggap saja berita bohong sudah di media itu. Para kuasa hukum kehilangan kesempatan emas untuk membuktikan ini adalah penggelapan, saksi kunci kok diberi pertanyaan yang tak tajam kayak golok?

3. Bahwa, kemudian kebohongan dia yang lain adalah  dalam BAP mengatakan Transaksi MYRX tahun 2015 dia katakan harga pasar th 2015 di BAP adalah antara 127-145. Padahal menurut data RTI, Bloomberg, BEI, Reuters, Google,dll: harga saham MYRX tahun 2015 tidak pernah dibawah 500! Bahkan sepanjang tahun hampir selalu berkisar antara 620-780, kita pegang semua bukti itu ya, Hexana harusnya hati-hati! 
Harga saham MYRX Periode 26 Jan 2015  - 26 Jan 2016, berkisar Rp 700 sd Rp 780

Jadi, Hexana juga sudah berbohong kepada penyidik Kejaksaan Agung RI. Anak buah Pak ST Hasanuddin sudah dibohongin Hexana, pak. Kuasa Hukum BT juga kemarin harusnyya jangan bertanya apa saudara punya data mengenai itu, yang harusnya ditanyakan adalah apakah anda membenarkan angka-angka harga saham MYRX seharga 127-145?

Kalau dijawab Hexana iya, ya sudah bisa langsung buat laporan polisi dia memberikan keterangan palsu di bawah sumpah karena tak benar harga saham MYRX sekitar 127-145. Tapi kan dari video rekaman sidang yang saya dengar Hexana tidak ditanya seperti itu dan Hexana juga tak menyinggung isi BAP nya mengenai harga saham MYRX seharga 127-145. Hilang kesempatan emas mempidanakan Hexana karena keterangan palsu di bawah sumpah.
Harga saham MYRX tidak pernah di bawah Rp 500, di tahun 2015

Kemudian KEBOHONGAN HEXANA. Hexana sudah mengaku bahwa apa yg dia ngomong di Panja DPR salah. Bahwa isi portofolio JS dan reksadana2nya adalah saham2 BT adalah salah. Artinya jelas Hexana membuat berita bohong di tengah masyarakat pidanakan saja Hexana , supaya ga kebiasaan membuat berita bohong di publik. 

4. Bahwa, Hexana juga mengatakan tidak tahu ihwal adanya permintaan manipulasi laporan keuangan atau window dressing, dia malah menjelaskan 2017, padahal harusnya bisa ditekan kami tak Tanya saudara 2017, 2018 saja saudara kan Dirut ya saudara yang bertanggungjawab apa yang terjadi dengan Jiwasraya. Padahal jelas-jelas ada permintaan Direksi dan Komisaris Jiwasraya guna merekayasa hasil Audit Laporan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya pada 2018  adalah berasal dari keterangan BAP Auditor PricewaterhouseCoopers (PwC) M. Jusuf Wibisana.

Namun PwC menolak karena bertentangan dengan prinsip akuntansi atau audit, sehingga PwC menghentikan proses audit tersebut. Ya sudah saran saya kuasa hukum nanti minta supaya JPU hadirkan ulang Hexana supaya bisa dikonfrintir aja dengan saksi dari PwC itu, nanti disitu bisa dinilai siapa yang memberikan keterangan palsu di bawah sumpah. (*/bud)
Komentar

Tampilkan

Other Stories