Iklan

Aksi JPMI Berakhir Ricuh, Polisi Dorong Massa Aksi Mundur

7/09/2020, 16:04 WIB Last Updated 2020-07-09T09:04:18Z
masukkan script iklan disini
Demonstrasi Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) di gedung BUMN. (Foto : Istimewa)
Fokushukum.com, Jakarta - Demonstrasi Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) di gedung BUMN berakhir ricuh (9/7/2020). Massa aksi membakar keranda mayat dan ban.

Hal itu terjadi lantaran tuntutan serta seruan tentang Penyertaan Modal Negara (PMN ) yang diminta BUMN ditengah defisit APBN, tak diindahkan oleh pihak BUMN.

"BUMN telah mati, peran mereka itu memberikan profit untuk negara. Bukan malah menjadi parasit APBN. Ditengah kebijakan PSBB yang berdampak pada defisit APBN hari ini, kemana BUMN" seru massa aksi (9/7/2020).

"Erick Thohir kemana selaku pemimpin BUMN harusnya dapat memberikan sumbangsih nyata, bukan malah hadir untuk minta dana",-sambung massa aksi.

Mereka juga menilai, bahwa PMN yang diajukan oleh BUMN tak mengukur manajemen resiko terhadap investasi kepada perusahaan BUMN.

"Gak jelas investasi ini kemana larinya, yang kami lihat perusahaan yang tak terdampak Pandemi Covid-19 secara langsung juga dapat PMN, mereka mau membangun ekonomi atau mau maling uang rakyat lewat PMN" sebutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak BUMN menanggapi aksi masa kali ini. (psp)
Komentar

Tampilkan

Other Stories