Iklan

Terlibat Jiwasraya, Benny Tjokro Pertanyakan Bakrie Group

6/27/2020, 21:26 WIB Last Updated 2020-06-27T14:29:29Z
masukkan script iklan disini
Terdakwa kasus Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro. (Foto : alinea.id)
Fokushukum.com, Jakarta - Bakrie Group lagi digoyang kasus Jiwasraya. Terdakwa kasus Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro menyebut, ada Bakrie di kasus Jiwasraya. Namun, keterlibatan perusahaan yang dimiliki keluarga Aburizal Bakrie ini, ditutupi Badan Pemeriksa keuangan (BPK). Sampai saat ini, pihak Bakrie dan BPK belum buka suara soal tudingan tersebut.

Nyanyian ini diungkapkan Benny sebelum menjalani sidang dengan agenda putusan di PN Jakpus, Rabu (24/6/2020). Benny yang tengah duduk di kursi pengunjung sidang mengklaim, dirinya hanya kambing hitam atau tumbal dalam kasus itu.

Dia pun membuka, Bakrie Grup juga punya andil dalam skandal yang merugikan negara sedikitnya Rp16,8 triliun itu. Jiwasraya, kata Direktur Utama PT Hanson International Tbk itu, pernah berinvestasi ke emiten-emiten grup Bakrie.

"Seakan-akan semua saham saya yang ngatur. Anda pikir deh, kalau nama perusahaannya Bakrie Brother masa yang ngatur saya?" ungkap Benny.

Dalam dokumen yang beredar di kalangan wartawan, tercatat ada 97 saham yang dimiliki Jiwasraya. Di Grup Bakrie, ada 9 saham. Rinciannya, ELTY, JGLE, BUMI, MTFN, BNBR, BTEL, BRMS, VIVA, dan UNSP. Semua saham itu berharga Rp50 per unit alias saham gocapan.

"Paling besar (investasi Jiwasraya) grup Bakrie di swasta. Menurut informasi pada 2006 saat grup Bakrie sahamnya lagi tinggi-tingginya. Sekarang semua nilainya Rp50," imbuh dia. (war)
Komentar

Tampilkan

Other Stories