Iklan

Stasiun Kembali Padat, Bima Arya Minta Pemprov DKI Intervensi Aturan Jam Kerja

6/09/2020, 09:35 WIB Last Updated 2020-06-09T02:35:21Z
masukkan script iklan disini
Wali Kota Bogor, Bima Arya saat meninjau langsung aktivitas di Stasiun Bogor. (Foto : Denis Suparis)

Fokushukum.com, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku banyak menerima laporan warga mengenai padatnya aktivitas Stasiun Bogor menyusul beroperasinya kembali sejumlah perkantoran di DKI Jakarta, Senin (8/6/2020) pagi.
Bima Arya kemudian mendatangi Stasiun Bogor untuk meminta keterangan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). “Tadi pagi saya menerima banyak laporan dari warga. Ada penumpukan di stasiun. Setelah dicek di sini memang ada penambahan sekitar 10 persen penumpang dibanding kemarin. Ini adalah efek mulai dibukanya beberapa kantor di Jakarta per hari ini,” ungkap Bima Arya.
Dari keterangan PT KCI, kata Bima, petugas sudah mengatur semaksimal mungkin terkait social distancing. “Walaupun kalau dari foto terlihat sangat padat. Tetapi tadi sudah semaksimal mungkin diterapkan social distancing melalui batas-batas yang disiapkan. Bahkan, sempat diterjunkan sekitar 11 bus dari BPTJ untuk mengurai kepadatan,  tapi saya kira masih kurang maksimal,” ujarnya.
Bima berpendapat, untuk mengurai kepadatan penumpang selain pengaturan jarak antrian yang harus lebih detail, juga harus ada intervensi dari Pemprov DKI Jakarta kepada perusahaan-perusahaan, terutama yang memiliki karyawan dari Bogor.
“Kuncinya dua, pertama memang pengaturan di sini harus lebih detail lagi untuk jaga jarak. Saya sarankan menambah marka lebih banyak lagi. Kedua, menurut saya harus ada kebijakan di Jakarta. Terutama dari kantor-kantor. Mereka kan pasti punya data pekerja dari Bogor dan sekitarnya. Sebaiknya ada kebijakan dispensasi jam masuk kerja, supaya dari Bogor ini berangkatnya tidak bersamaan. Yang dari Bogor bisa dibuat shift. Kalau semuanya masuk kerjanya sama, maka akan seperti ini,” katanya.
“Ini baru penambahan 10 persen. Bisa dibayangkan kalau nanti diberlakukan normal baru, semua kantor dibuka akan kembali lagi ke 20.000 penumpang. Pasti nempel semuanya. Karena itu harus ada kebijakan di kantor Jakarta terkait dengan komuter ini. Jam kerjanya. Saya kira bisa dibuat shift agak siang. Sehingga tidak numpuk di pagi hari,” tambahnya.
Di tempat yang sama VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, antrian panjang yang terjadi pada Senin (8/6/2020) karena adanya pengaturan jaga jarak.
“Kita berupaya untuk memaksimalkan jaga jarak. Kalau biasanya kita berusaha melayani tanpa jarak, jadi space yang dibutuhkan untuk jaga jarak lebih banyak ya. Kemudian peningkatan penumpang 10-13 persen. Di Bogor saja, sampai pagi tadi sudah 11.000 penumpang. Artinya ada 11.000 yang kami arahkan untuk jaga jarak. Perlu diketahui ada beberapa persen pengguna jasa commuterline yang hari ini baru naik lagi setelah dua bulan. Artinya, dia masih harus beradaptasi lagi dengan protokol kesehatan yang ada di KRL,” ujar Anne.
 Ia juga mengklaim jika protokol kesehatan di dalam KRL sudah berjalan dengan baik. “Tapi bisa lihat di medsos, sudah hampir tidak ada komplain di dalam KRL. Karena kita memang sudah membatasi jumlah penumpang, sehingga sebenarnya akan sangat efektif ketika kita bisa melayani pekerja yang polanya shifting,” tandasnya. (dns)
Komentar

Tampilkan

Other Stories