Iklan

Siasati Jaga Jarak, Gojek Ujicoba Sekat Pelindung Pada Layanan GoRide

6/11/2020, 10:55 WIB Last Updated 2020-06-11T03:55:20Z
masukkan script iklan disini
Gojek Ujicoba Sekat Pelindung Pada Layanan GoRide. (Foto : trenasia.com)
Fokushukum.com, Jakarta – Gojek, layanan transportasi berbasis aplikasi, mulai minggu ini melakukan uji coba penggunaan sekat pelindung pada layanan roda-dua GoRide yang kembali beroperasi di DKI Jakarta pada masa PSBB Transisi, dimana sekat pelindung ini berfungsi meminimalisasi penyebaran virus melalui droplet. Sebelumnya, sekat pelindung juga telah dipasangkan pada armada roda-empat GoCar.

Inovasi sekat pelindung ini melengkapi kesigapan Gojek menjalankan operasional layanan transportasi di DKI Jakarta dan wilayah-wilayah lainnya dalam beradaptasi pada tatanan baru di masa pandemi, khususnya dalam beraktivitas dengan aman.

Selain itu, sejalan dengan ketentuan Pemerintah, Gojek mewajibkan mitra driver dan penumpang menggunakan masker selama perjalanan serta menggunakan helm dengan benar; bagi mitra untuk membawa hand sanitizer dan melakukan disinfeksi kendaraan secara rutin; serta membatasi operasional GoRide di area yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal.

Fasilitas yang menjadi bagian dari inovasi kesehatan Gojek ini merupakan standar baru layanan Gojek, sehingga pengguna dan mitra tidak dikenakan biaya tambahan.

Chief of Public Policy and Government Relations Gojek, Shinto Nugroho menjelaskan, upaya ini merupakan bentuk dukungan Gojek terhadap upaya Pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi yang mengedepankan aspek kesehatan. Dengan ini, Gojek menjadi andalan dalam memberikan layanan yang lebih mengutamakan keamanan, kesehatan, dan kebersihan guna mendukung aktivitas masyarakat selama masa PSBB transisi.

“Gojek sepakat dengan Pemerintah bahwa bagaimanapun keamanan, kesehatan dan kebersihan harus tetap menjadi perhatian utama di masa pandemi ini. Lewat uji coba sekat pelindung di GoRide ini, kami mencari solusi teraman bagi mitra kami sehingga dapat tetap membantu masyarakat untuk bermobilitas sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya, Rabu (10/6).

Lebih lanjut Shinto mengatakan, setelah uji coba ini, Gojek akan meneruskan masukan yang telah didapat di lapangan dari mitra driver maupun penumpang. Sehingga nantinya, tercipta standar yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil ditinjau dari aspek kesehatan, maupun keamanan dan kenyamanan saat berkendara di jalan. (inf)
Komentar

Tampilkan

Other Stories