Iklan

Rapid Tes Santri Harus Bayar, Uang Rp 667 T Dana Covid untuk Apa?

6/22/2020, 12:05 WIB Last Updated 2020-06-22T05:05:39Z
masukkan script iklan disini
Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis. (Foto : Instagram @cholilnafis)
Fokushukum.com, Jakarta – Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D, mempertanyakan anggaran ratusan tiliun dana covid-19 larinya kemana? Karena untuk rapid tes saja masyarakat masih harus bayar

“Kemana ya uang 405 T yg skrng naik 667 T. Ini anak2 santri mau balik ke pesantren harus rapit tes masih bayar. Lah anak saya minggu lalu mau ke Malang utk lulusan sekolahnya di Airport Halim harus rapid tes Bayar 400 rb. Bener nihh serius nanya kemana uang kita sebanyak itu ya?” kata Kyai Cholil di akun twitternya, Ahad (21/6/2020).

Tidak hanya Kyai Cholil yang keheranan dengan dana ratusan triliun yang konon katanya untuk penanganan virus dari China ini. Banyak pertanyaan serupa dari publik selama ini.

“Kami kirim anak kami ke ponorogo. Rapid test bayar 250rb yai,” ujar @faridism.

“Betul pak, ini koq malah jadi bisnis beneran kalo gini caranya, dana triliunan kemaren gak jelasnya,” komen @dlljma. Demikian, seperti dikutip Kontenislam.com (*/kis)
Komentar

Tampilkan

Other Stories