Iklan

PT Garuda Indonesia Tbk Kehilangan Pendapatan dari Pemberangkatan Haji 2020

6/08/2020, 11:44 WIB Last Updated 2020-06-08T04:44:46Z
masukkan script iklan disini
Garuda Indonesia kehilangan pendapatan signifikan dari Pemberangkatan Haji 2020. (Foto: Instagram @garuda.indonesia)
Fokushukum.com, Jakarta –  Pembatalan pemberangkatan Jemaah haji 2020 membuat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kehilangan pendapatan signifikan. Biasanya, flight carrier Indonesia ini menikmati masa-masa pendapatan melonjak, saat liburan akhir tahun, Lebaran dan masa pemberangkatan serta pemulangan jemaah haji. Tahun ini tidak lagi. Menteri Agama Fachrul Razi meniadakan pemberangkatan Jemaah haji 1441 Hijriah.

Dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/6/2020), Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, rute haji berkontribusi 10 persen dari total keseluruhan pendapatan perusahaan. Dengan pembatalan haji itu, otomatis BUMN penerbangan ini kehilangan pendapatan lumayan.

“Reveneu haji 10 persen, tentu saja kehilangan pendapatan signifikan. Dibandingkan hari ini juga turun drastis. Ini pukulan besar bagi Garuda,” ujar Irfan Setiaputra.

Kata Irfan, biasanya Garuda Indonesia menikmati masa-masa pendapatan melonjak, saat liburan akhir tahun, Lebaran dan masa pemberangkatan serta pemulangan jemaah haji. Kondisi saat ini tentu sangat berbanding terbalik dengan yang selalu terjadi sebelumnya. “Biasanya Garuda Indonesia sibuk sekali, ada pelonjakan pendapatan signifikan di masa-masa itu.”

Persentase keuntungan dari rute haji sebenarnya tidak begitu besar. Namun, kata Irfan, dampaknya begitu terasa ke kinerja bisnis maskapai keseluruhan. Untuk penyelenggaraan angkutan haji, seperti tahun-tahun sebelumnya, Garuda melewati audit BPKH dan semua instansi terkait.

“Jadi kami commit untungnya nggak besar. Tapi dari sisi pendapatan tentu saja signifikan, untungnya kita belum ada deal-deal untuk haji tahun ini,” katanya.

Apapun keputusannya, Garuda Indonesia akan tunduk, dan mematuhinya. Garuda siap membatalkan angkutan khusus jemaah haji tahun ini, setelah Kementerian Agama membatalkan Ibadah Haji lantaran pandemi virus corona. Garuda siap mencari sumber pendapatan lain untuk menutupinya. (ten)
Komentar

Tampilkan

Other Stories