Iklan

PSBB Kota Surabaya Kewenangan Walikota Risma, Bukan Gubernur

6/19/2020, 09:19 WIB Last Updated 2020-06-19T02:19:11Z
masukkan script iklan disini
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim), Heru Tjahjono. (Foto : Suara.com)

Fokushukum.com, Surabaya - Kewenangan dalam penentuan diperpanjang atau tidaknya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Surabaya ada di tangan Pemerintah Kota (Pemkot), dalam hal ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, bukan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.

Penegasan itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Heru Tjahjono, menanggapi ramainya informasi yang beredar tentang kembalinya diterapkan PSBB di Surabaya Raya, khususnya Kota Surabaya.

"PSBB, sekali lagi yang menentukan PSBB bukan Pemerintah Provinsi. Atas usulan Kabupaten Kota, karena itu kewenangan Pemerintah Kabupaten Kota, PSBB tersebut," tegas Heru, Kamis (18/6/2020).

Pemprov Jatim enggan berspekulasi perihal bilamana PSBB harus kembali diterapkan khususnya di Kota Surabaya, mengingat angka konfirmasi positif Covid-19 maupun jumlah meninggal dunia semakin meningkat.

"Kami menilai, mesti dengan data. Dengan bukti bukti lapangan. Sesuai arahan Ibu Gubernur, Covid Hunter sudah berjalan, bantual rapid, alat alat PCR berjalan, itu artinya sampai mana tingkat penularan Covid tersebut," tegasnya.

Heru menuturkan, pada masa transisi menuju kehidupan normal baru, masing masing Kabupaten Kota telah menerbitkan Perwali maupun Perbub. Dimana didalamnya tertera, apabila penanganan Covid-19 dilakukan Kabupaten Kota, Provinsi membantu.

"Sampai detik ini, Provinsi melakukan intervensi, memonitor perkembangan, memberikan pelayanan pelayanan, seperti ada beberapa mesin rapid test yang dibagi ke Kab Kota," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Pemkot Surabaya, Irvan Widyanto saat itu mengusulkan agar PSBB Surabaya Raya tidak diperpanjang lagi. Sebagaimana pesan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Beliau juga menyampaikan bahwa, beliau sudah menyiapkan konsekuensinya, yaitu berupa protokol kesehatan yang lebih ketat di semua lini," ungkapnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga akan tetap mempertahankan ceck point di perbatasan. Karena itu adalah rekomendasi dari WHO, dengan tujuan tidak ada lagi penularan melalui transimis lokal.

"Ketika kita sudah menjaga ini, jangan sampe ada transimi dari luar," imbuhnya.

Diwaktu yang berbeda, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, setelah PSBB tidak diperpanjang, langsung menerbitkan, Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya nomor 28 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada kondisi pandemi Covid-19.

Dalam Perwali tersebut, dijelaskan secara detail tentang berbagai protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh warga Kota Surabaya, di berbagai bidang.

"Saya yakin kalau itu semua bisa diterapkan dengan baik, kami yakin akan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini," kata Wali Kota Risma saat itu kepada Menko PMK Muhajir Effendi.

Ia juga menjelaskan bahwa data terkonfirmasi Covid-19 di Kota Surabaya itu memang tinggi lantaran masifnya menggelar rapid test dan tes swab massal gratis di berbagai titik di Kota Pahlawan. Menurutnya, tes massal ini sangat penting untuk mencari dan melacak siapa saja yang terkena Covid-19 atau yang sudah aman.

"Jadi, kita memang mencari Pak. Sebab kalau tidak kita cari, orang-orang yang terkena virus itu akan tambah bahaya," katanya.

Perlu diketahui, beberapa hari ini viral tangkapan layar dari salah satu TV swasta nasional, yang bergambar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melakukan wawancara live dengan pihak studio.

Namun yang menjadi sorotan adalah, caption dilayar tertulis 'Kapasitas Rumah Sakit Sudah Tidak Mencukupi, Kami Sampaikan akan ada Evaluasi untuk Surabaya Raya yaitu PSBB Lagi'.

Akan tetapi, belum diketahui secara jelas kapan wawancara live itu berlangsung, lantaran evaluasi PSBB tahap III sudah berakhir pada 8 Juni 2020, sebagaimana berakhirnya PSBB Surabaya Raya dan diputuskan tidak diperpanjang. (rad)

Komentar

Tampilkan

Other Stories