Iklan

Perlu Langkah Konkret dan Tepat untuk Penuhi Kebutuhan Energi

6/23/2020, 11:24 WIB Last Updated 2020-06-23T04:24:42Z
masukkan script iklan disini
Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel. (Foto: Instagram @rachmatgobel_rg)
Fokushukum.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Kordinator Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel menilai perlu langkah konkret dari Pemerintah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan energi, khususnya di daerah-daerah yang sulit terjangkau. Hal ini dikatakannya saat berdialog dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Ruang Kerjanya, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2020)

“Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia belakangan ini adalah belum meratanya pemenuhan energi di beberapa wilayah, karena faktor geografis, atau di daerah-daerah yang sulit terjangkau. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dari pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan energi masyarakat. khususnya masyarakat Indonesia di wilayah yang sulit terjangkau,” ujar Rachmat Gobel.

Ia melanjutkan, sejatinya saat ini layanan energi listrik tidak hanya berfungsi untuk penerangan semata. Namun lebih dari itu, energi listrik secara tidak langsung juga bisa menggerakkan potensi ekonomi keluarga, bahkan potensi ekonomi suatu daerah juga. Terlebih lagi bagi daerah yang termasuk daerah terluar dan tertinggal di wilayah Indonesia.

“Pasokan energi listrik cukup, masyarakat produktif dan potensi ekonomi keluarga meningkat, taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat. Sehingga pendapatan daerah pun ikut bertambah,” pungkas politisi Fraksi Partai NasDem ini

Sebagaimana diketahui dalam periode sebelumnya Pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun (2014-2019).  Sementara dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT PLN (Persero) 2019-2028, penambahan infrastruktur ketenagalistrikan yang direncanakan dibangun sampai dengan tahun 2028 adalah: pembangkit tenaga listrik sebesar 56.395 MW, jaringan transmisi sepanjang 57.293 kms, gardu induk sebesar 124.341 MVA, jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan gardu distribusi sebesar 33.730 MVA. (dpr)
Komentar

Tampilkan

Other Stories