Iklan

Mulai 8 Juni 2020 Berlaku Aturan Khusus bagi Balita dan Lansia Naik KRL

6/05/2020, 16:33 WIB Last Updated 2020-06-05T09:33:50Z
masukkan script iklan disini
Kereta Commuter Indonesia. (Foto: Instagram @commuterline)
Fokushukum.com, Jakarta – Memasuki masa kenormalan baru (new normal) dimana masyarakat hidup dengan cara baru yang menyesuaikan dengan pandemi Covid-19, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pun telah menyusun sejumlah aturan dan kebijakan baru, beberapa diantaranya adalah dengan menetapkan larangan sementara bagi anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) untuk naik KRL.

Anak-anak balita selain cukup berisiko juga tidak memiliki kepentingan mendesak untuk keluar dari rumah dan menggunakan transportasi publik termasuk KRL di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. Untuk itu, balita dilarang sementara menggunakan KRL. Aturan ini akan diterapkan mulai (8/6/2020).

Sedangkan bagi kelompok yang menggunakan KRL untuk berdagang di lokasi tujuan, dan kelompok lansia diatur untuk menggunakan KRL hanya pada waktu-waktu di luar jam sibuk.

“Aturan ini dibuat untuk meminimalisir risiko bagi kelompok yang sangat rentan terhadap Covid-19, yaitu lanjut usia atau mereka yang telah berumur enam puluh tahun atau lebih. Mengingat adanya potensi kepadatan pengguna KRL pada jam sibuk, maka bagi lansia hanya diizinkan untuk naik KRL pada pukul 10:00 hingga 14:00 WIB,” jelas Kepala Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2020).

Begitu pula untuk orang-orang yang menggunakan KRL dengan membawa barang dagangan untuk dijual di lokasi tujuannya, hanya dapat menggunakan kereta-kereta dengan jadwal keberangkatan pertama di pagi hari dan di luar jam sibuk atau pukul 10:00 – 14:00 WIB. Aturan ini di buat karena barang dagangan yang dibawa dapat menggunakan ruang yang seharusnya dapat diisi oleh pengguna KRL lainnya dan dapat mempersulit kondisi penerapan menjaga jarak fisik (physical distancing) di dalam KRL.

Meskipun demikian, bila ada kepentingan yang sangat mendesak bagi balita maupun lansia untuk naik KRL antara lain untuk mendapat perawatan medis rutin ke Rumah Sakit, maka dapat berkomunikasi dan menjelaskan keperluan tersebut kepada petugas di stasiun.

“Selain mengikuti sejumlah kebijakan baru, pengguna KRL kami ajak untuk memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas transaksi tiket non tunai dengan menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dan kartu uang elektronik bank,” ujar Anne. (inf)
Komentar

Tampilkan

Other Stories