Iklan

KKP Tinjau Ulang Rencana Pengelolaan dan Zonasi TNP Laut Sawu, NTT

6/11/2020, 11:06 WIB Last Updated 2020-06-11T04:06:31Z
masukkan script iklan disini
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Aryo Hanggono. (Foto : kkp.go.id)
Fokushukum.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang meninjau ulang Rencana Pengelolaan dan Zonasi (RPZ) Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, NTT.

Tinjauan dilakukan guna meningkatkan pemanfaatan yang berkelanjutan tanpa mengurangi tujuan awal yaitu untuk perlindungan dan pelestarian biota dan ekosistem pesisir.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Aryo Hanggono menegaskan pengelolaan kawasan konservasi harus mendukung pengelolaan perikanan dan merupakan hal yang tak terpisahkan sehingga diharapkan reviu RPZ dapat disinkronkan dengan rencana pengelolaan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

“Konservasi Sumber Daya Ikan (SDI) yang berbasis perikanan dan pemanfaatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Desain pengelolaan perikanan juga melihat pada produksi perikanan yang mempertimbangkan pelestarian kawasan. Kawasan konservasi juga masuk dalam pengelolaan WPP itu sendiri,” jelas Aryo di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Aryo juga menambahkan sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan sektor perikanan budidaya perlu dilakukan pengembangan. “Isu terkait pengembangan budidaya perlu diakomodir dalam tinjauan RPZ TNP Laut Sawu,” ujarnya.

TNP Laut Sawu merupakan Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 5 tahun 2014 dengan target utama konservasi yaitu mamalia laut. Saat ini teridentifikasi beberapa jenis mamalia laut dan beberapa lokasi di Laut Sawu merupakan lokasi spawning ground.

Dalam pengelolaannya TNP Laut Sawu diatur dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 6 Tahun 2014 tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi TNP Laut Sawu Tahun 2014-2034. Setiap 5 tahun RPZ TNP Laut Sawu dilakukan tinjauan kembali terhadap zonasi yang telah ditetapkan karena kawasan konservasi harus dikelola dengan pengelolaan yang adaptif. (Inf)
Komentar

Tampilkan

Other Stories