Iklan

Kementerian BUMN Dorong Indofarma Produksi Obat Herbal

6/14/2020, 15:36 WIB Last Updated 2020-06-14T08:36:04Z
masukkan script iklan disini
Penggunaan obat herbal menjadi alternatif pengobatan penyakit. (Foto : Gatra.com)

Fokushukum.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mendorong PT Indofarma untuk memproduksi obat-obatan dengan berbahan dasar herbal. Karena, kualitas obat herbal tidak kalah dengan obat yang berbahan dasar kimia.

"Perusahaan farmasi kita, seperti PT Indofarma itu akan lebih ke herbal," kata Menteri BUMN Erick Thohir di Webinar dengan tema "Ngobrol Seru New Normal or The Great Reset: Life After Pandemic Covid-19" pada Sabtu (13/6/2020).

Menurut dia, potensi obat herbal produksi dalam negeri akan terus didorong, agar lebih baik dari sebelumnya. Sehingga penggunaan obat herbal menjadi alternatif pengobatan penyakit, selain menggunakan obat yang memiliki kandungan kimia.

"Penggunaan obat berbahan herbal harus ditonjolkan terus-menerus," katanya.

Ia mencontohkan, dari penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di negara Tiongkok menggunakan obat berbahan herbal sebagai pengobatan pasien yang positif terinfeksi. Di sana pemerintah mendukung sepenuhnya penggunaan obat-obatan herbal untuk mengobati setiap pasien.

"Di Tiongkok menonjolkan penggunaan obat-obatan herbal dalam mengobati pasien Covid-19," katanya.

Belajar kisah di atas, lanjut dia, sikap pemerintah Indonesia akan mendorong sepenuhnya produksi obat herbal sebagai alternatif pengobatan masyarakat kedepannya. Sehingga, sektor kesehatan dalam negeri dapat mandiri tanpa adanya ketergantungan dari pihak lain.

"Selama ini bahan baku obat kimia impor dari luar negeri. Dengan adanya obat berbahan dasar herbal akan membuat sektor kesehatan mandiri," imbuhnya. (pub)
Komentar

Tampilkan

Other Stories