Iklan

Kebijakan Sektor Keuangan dan Riil agar Pelaku Usaha Tidak Alami Dampak Berat

6/05/2020, 13:58 WIB Last Updated 2020-06-05T06:59:06Z
masukkan script iklan disini
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso. (Foto: Instagram @wimboh.ojk)
Fokushukum.com, Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menyampaikan bahwa kebijakan pada sektor keuangan dan riil dilakukan dengan tujuan agar para pelaku usaha tidak terlalu mengalami dampak yang berat dari adanya Covid-19.

“Kami menyambut baik seluruh pemangku kepentingan dan para pengusaha, sektor keuangan maupun sektor riil kita harus bersama-sama bagaimana kita bersinergi untuk melakukan mitigasi kaitannya dengan dampak Covid-19 ini,” ujar Ketua OJK saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas), Rabu (3/6/2020).

Pengambil kebijakan di sektor keuangan, menurut Ketua OJK, sadar dari awal bahwa dengan adanya Covid-19 ini, sentimen di pasar modal negatif dan ini terjadi di seluruh dunia, jadi bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia.

“Sehingga harga saham itu turun drastis, tanpa kecuali termasuk Indonesia. Yang biasanya saham kita, indeks kita di atas 6.000 turun jauh sampai di bawah 5.000, bahkan angkanya pernah menembus hampir 4.000,” jelas Ketua OJK.

Ini menunjukkan, lanjut Ketua OJK, bahwa dampak Covid-19 ini, meskipun sektor riil waktu itu belum kena, tapi ternyata sentimen negatif di pasar saham sudah terjadi.

“Sehingga yang kita lakukan pada saat itu bagaimana kita mengeluarkan berbagai kebijakan yang menyangkut di pasar modal agar memperlambat penurunan harga saham termasuk indeks, sehingga kalau turun tidak terlalu tajam,” kata Ketua OJK.

Dengan berbagai kebijakan yang dilakukan, menurut Ketua OJK, skenario-skenario mitigasi, maka sentimen positif sudah mulai muncul di pasar saham, bahkan saham pada pagi hari ini (Rabu, 3 Juni) sudah menembus indeksnya 4.900, meskipun ini masih fluktuatif. (kab)
Komentar

Tampilkan

Other Stories