Iklan

Kasus Korupsi, KPK Rampung Periksa Anak Perempuan Nurhadi

6/21/2020, 11:40 WIB Last Updated 2020-06-21T04:40:53Z
masukkan script iklan disini
Gedung KPK Jakarta. (Foto: Instagram @official.kpk)
Fokushukum.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah rampung memeriksa anak mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rizqi Aulia Rahmi, Kamis (18/6/2020) malam.

Rizqi diperiksa dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA yang menjerat sang ayah.

Ini merupakan pemanggilan ulang terhadap Rizqi, setelah sebelumnya pada Kamis (11/6/2020), ia tidak memenuhi panggilan penyidik KPK.

Plt jubir penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan terhadap anak perempuan Nurhadi, KPK mengkonfirmasi beberapa barang bukti yang telah disita oleh penyidik KPK.

"Penyidik mengkonfirmasi dan menggali pengetahuan saksi terkait adanya beberapa barang bukti yang telah dilakukan penyitaan di kawasan Simprug, Jakarta Selatan," kata Ali kepada wartawan, Kamis (18/6/2020) malam.

Namun, Ali belum bisa menjelaskan secara rinci daftar barang-barang yang disita oleh tim penyidik KPK. Ia hanya mengatakan bahwa yang dikonfirmasi adalah sejumlah dokumen dan barang mewah milik keluarga Nurhadi.

"Barang bukti tersebut di antaranya dokumen-dokumen penting, sejumlah uang, mobil mewah, beberapa tas dan sepatu dengan berbagai merk terkenal. Saat ini belum kami bisa rinci daftar barang-barang tersebut mengingat penyidik masih akan kembali mengkonfirmasi kepada sejumlah saksi," jelas Ali.

Namun, ketika awak media mengkonfirmasi kepada Rizqi, dirinya tidak menjawab pertanyaan wartawan.

"Permisi, permisi," ucap Rizqi saat dimintai konfirmasi oleh awak media, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Riqzi Aulia Rahmi merupakan istri dari Rezky Herbiyono. Rezky sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dirahan di rutan KPK dalam kasus ini.

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu yakni mantan Sekretaris MA Nurhadi, menantunya Rezky Herbiono, dan Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

Tim penyidik KPK menangkap Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono pada Senin (1/6/2020) malam. Keduanya dibekuk di sebuah rumah di Simprug, Jakarta Selatan. Saat ini tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN. (rad)
Komentar

Tampilkan

Other Stories