Iklan

Ini Dia 10 Rancangan Protokol Kesehatan Untuk Pondok Pesantren

6/08/2020, 09:37 WIB Last Updated 2020-06-08T02:37:26Z
masukkan script iklan disini
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum. (Foto : Instagram @ruzhanul)
Fokushukum.com, Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Jabar Uu Ruzhanul Ulum melakukan video conference dengan perwakilan pengurus pondok pesantren se-Jabar dalam rangka penyusunan protokol kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di lingkungan pesantren, dari Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (5/6/2020).

Kepada 59 pimpinan ponpes, pengurus, hingga perwakilan ormas yang mengikuti pertemuan online itu, Kang Uu yang juga Panglima Santri Jabar menyampaikan rancangan 10 protokol kesehatan dari Pemerintah Daerah Provinsi Jabar untuk ponpes baik salafiyah maupun pesantren dengan sekolah.

Pertama, seluruh santri di lingkungan ponpes harus memakai masker.

Kedua, santri selalu di cek suhu tubuhnya sehingga ketika ada santri dengan gejala COVID-19 bisa ditindaklanjuti.

Ketiga, santri harus selalu mencuci tangan setiap beraktivitas.

Keempat, pengurus ponpes harus menyiapkan fasilitas cuci tangan/hand sanitizer di setiap tempat.

Kelima, ponpes harus mengecek secara rutin kesehatan para pengajar.

Keenam, penghuni ponpes dianjurkan mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Ketujuh, rutin membersihkan fasilitas ponpes dengan disinfektan.

Kedelapan, pesantren harus menyiapkan ruang isolasi proporsional, disesuaikan dengan jumlah santri, sebagai tindakan pertama jika ada kasus agar tidak menularkan ke santri lain.

Kesembilan, jika ada kasus, segera hubungi layanan kesehatan.

Kesepuluh, yakni mengimbau para kiai untuk selalu memimpin doa atau selawat.

“Ini rancangan bagi kami untuk membuat keputusan. Di mall, masjid, sudah ada SOP. Tapi untuk pesantren tidak bisa gegabah, tidak bisa membuat keputusan tanpa terima masukan dari kiai atau ulama karena mereka yang paham situasi kondisi pesantrennya,” ucap Kang Uu. (jbr)
Komentar

Tampilkan

Other Stories