Iklan

Hina Sultan Hamid II, Sultan Pontianak Laporkan Hendropriyono dan Abu Janda

6/28/2020, 08:09 WIB Last Updated 2020-06-28T01:09:07Z
masukkan script iklan disini
Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin Alqadrie. (Foto : Arrahmah.com)


Fokushukum.com, Pontianak - Sultan Pontianak ke-IX Kalimantan Barat, Syarif Machmud Melvin Alkadrie, mengatakan dalam waktu dekat ini akan melaporkan kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono dan Permadi Arya alias Abu Janda serta sebuah akun YouTube ke Kepolisian Polda Kalbar.

Laporan tersebut terkait penghinaan terhadap Sultan Hamid II yang diduga dilakukan oleh Hendropriyono di sebuah video yang diunggah ke YouTube Agama Akal TV.

“Dalam waktu dekat ini saya akan melaporkan Hendropriyono, Abu Janda dan akun YouTube Agama Akal TV ke Polda Kalbar. Laporan tersebut terkait penghinaan terhadap kakek saya Sultan Hamid II,” ujar Syarif Machmud Melvin Alkadrie, Sabtu (27/6/2020), sebagaimana dilansir VIVAnews .

Melvin mengungkapkan, semua keluarga besar kesultanan Pontianak tersinggung dan merasa dilecehkan.

“Sultan Hamid II merupakan kakek kami, beliau bukan penghianat bangsa. Sultan Hamid II pahlawan yang telah berkorban memperjuangkan kemerdekaan RI, dan perancang lambang Burung Garuda. Jadi, apabila ada yang mengatakan Sultan Hamid II penghianat bangsa kami keluarga kesultanan Pontianak tidak terima,” tegas Melvin.

Menurut Melivi, munculnya video yang beredar telah menjadi isu liar sehingga ditanggapi oleh beragam orang yang tidak mengetahui sejarah tentang Sultan Hamid II.

Melalui kuasa hukumnya, Melvin meminta agar nama baik Sultan Hamid II segera dipulihkan. Setelah adanya laporan ke ke Polda Kalbar, ia akan mengirimkan surat somasi kepada Hendropriyono.

“Setelah lapor ke polisi, nanti melalui kuasa hukum kami akan mengirimkan surat somasi kepada Hendropriyono. Dan proses hukum akan kami kawal hingga ke meja hijau. Saya minta kepada masyarakat agar tetap tenang dan sabar,” tuturnya.

Diketahui, AM Hendropriyono mengeluarkan pernyataan kontroversial dalam sebuah rekaman yang tayang di kanal Youtube pada 11 Juni, 2020.  Dalam rekaman itu, Hendropriyono menyebut Sultan Hamid II sebagai pengkhianat bangsa dan tidak layak dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Pernyataan Hendro terekam dalam video berdurasi 6 menit 13 detik. Video itu diketahui turut diunggah di akun Youtube bernama ‘Agama Akal TV’ dengan judul ‘Pengkhianat, Kok Mau Diangkat Jadi Pahlawan?’. Demikian, seperti dikutip Arrahmah.com (/*arr)
Komentar

Tampilkan

Other Stories