Iklan

Hidayat Nur Wahid Heran, Kok Kepala BPIP Menghilang

6/28/2020, 08:31 WIB Last Updated 2020-06-28T01:31:10Z
masukkan script iklan disini
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi. (Foto : Mediaindonesia.com)

Fokushukum.com, Jakarta - Masyarakat ramai menyuarakan penolakan atas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dinilai akan membuka peluang bangkitnya paham komunis (PKI) di Indonesia. Di tengah suara-suara kencang membela Pancasila agar tidak diganggu gugat, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkesan anteng saja.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi bahkan ‘menghilang’ entah kemana. Padahal lembaga yang dipimpinnya ini salah satu amanahnya adalah membumikan Pancasila.


“Kepala BPIP “Menghilang” di Tengah Ramainya Pembahasan RUU HIP,” kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW), Sabtu (27/6/2020).

Hidayat mempertanyakan apakah mungkin yang mendasari Kepala BPIP tidak muncul dan bersuara di publik itu karena takut bersikap. “Mungkin karena Kepala BPIP repot atau takut bersikap?,” tanyanya.

Hal ini karena Kepala BPIP yang pertama Yudi Latif dan juga Jenderal (purn) Try Sutrisno yang juga Dewan Pengarah BPIP malah menolak RUU HIP yang tidak sesuai dengan Pancasila.


“Mungkin krn kepala BPIP repot/takut bersikap?Krn Kepala BPIP pertama (Dr Yudi) dan Jend (Purn) Tri Sutrisno (yg jg Waket Dewan Pengarah BPIP)malah menolak RUU HIP yg tak sesuai dg Pancasila itu,” ujar HNW di akun Twitternya.

Sejak blunder menyebut agama sebagai musuh Pancasila pada awal tahun ini, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi memutuskan untuk ‘puasa bicara’ selama satu tahun. Menurutnya hal ini untuk menghindari kesalahan saat berbicara di depan publik.

“Kira-kira setahun, lah, (puasa bicara), saya belajar dulu. Semua yang permulaan kan sulit ya. Harus belajar dulu, mengamati-amati dulu,” kata dia, saat menolak permintaan wawancara sejumlah awak media di Kompleks Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu(29/2).

“Nanti rencananya kalau ada gini (wawancara) harus pakai draf agar saya tidak kepleset. Ini demi kebaikan republik,” lanjutnya. (ind)
Komentar

Tampilkan

Other Stories