Iklan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Rela Gowes 53 Km Temui Petani Muda Kreatif

6/08/2020, 09:26 WIB Last Updated 2020-06-08T02:26:19Z
masukkan script iklan disini
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto: Instagram @sahabat.ganjarpranowo)
Fokuhukum.com, Semarang – Di daerah Kopeng Kabupaten Semarang, ada sekumpulan anak muda yang menekuni dunia pertanian. Mereka adalah kelompok tani milenial Citra Muda Getasan. Sesuai dengan namanya, mayoritas anggota kelompok tani ini adalah anak-anak muda usia 19-38 tahun.

Meski muda, namun tangan-tangan mereka tetap terampil mengolah lahan untuk ditanami aneka macam sayuran. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 70 jenis sayuran ditanam kelompok tani ini di lahan seluas 10 hektare.

Hebatnya lagi, semua sayuran yang ditanam adalah sayuran organik. Alhasil, produk pertanian mereka kini laku keras di pasaran. Bahkan, saat pandemi Covid-19, penjualan hasil pertanian anak-anak muda ini bisa naik 300 persen. Penjualannya pun menggunakan metode milenial, yakni melalui sejumlah platform media sosial.

Penasaran dengan kisah para petani muda itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo rela gowes sekitar 53 kilometer untuk melihat secara langsung. Berangkat dari kediamannya Puri Gedeh Kota Semarang, Sabtu (6/6/2020) pukul 06.00 WIB, Ganjar bersama istri, Siti Atikoh dan beberapa anggota komunitas gowes tiba di Kopeng sekitar pukul 11.00 WIB.

“Saya kemarin ketemu Mas Sofian dan tertarik dengan ceritanya. Makanya saya langsung ke sini untuk melihat aktivitas anak-anak muda ini. Ternyata luar biasa keren, mereka petani muda yang kreatif dan inovatif, sehingga bisa bertahan di tengah pandemi,” katanya.

Ganjar menerangkan, saat banyak orang kebingungan dengan wabah Covid-19, para petani muda Ini justru sukses meningkatkan omsetnya. Tak tanggung-tanggung, omzet pertanian organik di tempat itu bisa naik 300 persen.

“Mereka petani muda yang ideologis, punya komitmen tinggi dan terus berjuang. Untuk menjadi seperti sekarang, ternyata prosesnya cukup lama. Mereka membutuhkan waktu 12 tahun,” ucapnya. (tng)
Komentar

Tampilkan

Other Stories