Iklan

Diduga Melanggar Kode Etik, Kabar Terbaru Polemik Helikopter Ketua KPK

6/28/2020, 08:37 WIB Last Updated 2020-06-28T01:37:42Z
masukkan script iklan disini
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, H Firli Bahuri (Foto : Instagram @official.kpk)
Fokushukum.com, Jakarta – Adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen Firli Bahuri, belakangan mencuat ke permukaan.

Firli dilaporkan oleh Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) ke Dewan Pengawas KPK karena diduga telah melakukan perjalanan dinas dari Palembang menuju Baturaja dengan helikopter mewah milik swasta.

Menurut MAKI, helikopter tersebut pernah digunakan Tung Desem Waringin yang disebut sebagai Helimousine President Air.

“Bahwa Firli patut diduga menggunakan helikopter adalah bergaya hidup mewah dikarenakan mestinya perjalanan Palembang ke Baturaja hanya butuh empat jam perjalanan darat dengan mobil,” kata MAKI.

Tindakan itulah yang menurut MAKI bertentangan dengan kode etik pimpinan KPK yang dilarang bergaya hidup mewah, seperti tertuang dalam Peraturan Dewan Pengawas Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Dalam Poin 27 aspek Integritas, isinya mengatakan,”Kode Etik dari Nilai Dasar Integritas tercermin dalam Pedoman Perilaku bagi Insan Komisi sebagai berikut, (27), tidak menunjukkan gaya hidup hedonisme sebagai bentuk empati kepada masyarakat terutama kepada sesama Insan Komisi.”

Lantas, apa tanggapan Ketua KPK Firli Bahuri terkait dugaan dirinya telah melakukan pelanggaran kode etik?

Ketua Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Tumpak Hatorangan Panggabean memastikan pihaknya tengah menindaklanjuti aduan terkait dugaan Ketua KPK Firli Bahuri menumpangi helikopter mewah milik swasta. (mud)
Komentar

Tampilkan

Other Stories