Iklan

Bukit Asam (PTBA) akan Naikkan Penjualan Ekspor Batu Bara Jadi 8,3 Juta Ton

6/11/2020, 16:13 WIB Last Updated 2020-06-11T09:14:41Z
masukkan script iklan disini

Pertambangan Batu Bara. (Foto : Gatra.com)


Fokushukum.com, Jakarta – PT BukitAsam Tbk (PTBA) pada tahun ini 2020 berencana akan produksi batu bara sebesar 30,3 juta ton atau naik 4 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 29,1 juta ton. Selain itu, target angkutan pada 2020 menjadi 27,5 juta ton atau meningkat 13 persen dari realisasi angkutan kereta api pada tahun 2019 sebesar 24,2 juta ton.

Hadis Surya Palapa Sekretaris Perusahaan PTBA dalam siaran persnya Jumat (10/6/2020) menjelaskan, untuk volume penjualan batu bara tahun 2020, perseroan menargetkan untuk meningkatkannya menjadi 29,9 juta ton yang terdiri dari penjualan batu bara domestik sebesar 21,6 juta ton dan penjualan batu bara ekspor sebesar 8,3 juta ton atau secara total sebesar 29,9 juta ton, meningkat 8 persen dari realisasi penjualan batu bara pada tahun 2019 sebesar 24,7 juta ton.
Hilirisasi Batubara
Hadis Menambahkan, sebagai upaya pengembangan usaha hilirisasi/pengolahan batu bara, PTBA bersama dengan para mitra strategis (potential offtaker, potential investor, dan pemilik teknologi gasifikasi batu bara), telah menandatangani dokumen-dokumen perjanjian kerjasama pada tahun 2019 yang kemudian mulai tahun 2020 dilanjutkan dengan tahap rancangan enjiniring lebih detil untuk persiapan pembangunan pabrik Coal To Chemicals setelah seluruh persyaratan prakonstruksi
sudah dipenuhi. Pabrik ini ditargetkan mulai berproduksi komersial pada tahun 2025 dengan konsumsi batu bara sekitar 6 juta ton per tahun selama minimal 20 tahun.
Sinergi dengan BUMN Lain
Untuk mendukung optimasi pengangkutan batu bara, PT Bukit Asam Tbk telah bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia dan di awal tahun 2020 telah menyelesaikan pengembangan proyek angkutan batu bara jalur kereta api Tanjung Enim – Kertapati dengan kapasitas 5 juta ton/tahun, beserta pengembangan fasilitas Dermaga Kertapati. Sedangkan untuk proyek angkutan batu bara jalur kereta api arah Tanjung Enim – Tarahan (Tarahan-I) menjadi 25 juta ton/tahun pada akhir tahun 2020,” tutup Hadis. (mit)
Komentar

Tampilkan

Other Stories