Iklan

Bandara Soetta Siapkan Inovasi Layanan Kesehatan

6/16/2020, 16:32 WIB Last Updated 2020-06-16T09:32:39Z
masukkan script iklan disini
Para penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). (Foto : Semarak.co)

Fokushukum.com, Jakarta - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menyiapkan layanan ritel di segmen kesehatan guna mendukung penumpang pesawat di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, tujuan utama layanan ini adalah membantu penumpang pesawat agar selalu dapat mengedepankan aspek kesehatan.

"Pada prinsipnya kami ingin agar alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer, face shield, sampai dengan obat kumur antiseptik dapat dengan mudah didapat di bandara-bandara PT Angkasa Pura II," ujar Awaluddin, Senin (15/6/2020).

Layanan pertama yang tengah disiapkan adalah vending machine untuk memasarkan APD seperti masker, face shield, antiseptik mulut dan sarung tangan.

Lalu, layanan kedua adalah digital wayfinding (mesin peta digital di terminal penumpang) yang difungsikan sebagai media e-commerce untuk pemesanan APD dan obat-obatan.

"Sebanyak 21 digital wayfinding akan ditingkatkan kemampuannya dari saat ini berfungsi menunjukkan area-area di terminal menjadi juga bisa digunakan untuk pemesanan APD atau obat-obatan, untuk kemudian diantar ke pemesan. Saat ini pembicaraan masih berlangsung dengan penyedia fasilitas kesehatan/farmasi untuk bersama-sama menyediakan layanan ini," jelas Awaluddin.

Sementara itu layanan ketiga adalah health center yang merupakan tempat bagi calon penumpang pesawat dapat melakukan rapid test atau PCR test, serta layanan medical check up dan menyediakan produk kesehatan/farmasi/APD.

"Health center hasil dari kolaborasi PT Angkasa Pura II, maskapai dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan untuk menekan risiko penyebaran Covid-19 melalui tes yang dilakukan kepada penumpang pesawat," jelas Awaluddin.

Ketiga layanan ini akan diluncurkan dalam waktu dekat di Soekarno-Hatta, kemudian menyusul di bandara lainnya.

Tenant ritel dan F&B kembali membuka layanan

Sementara itu di Soekarno-Hatta dan bandara-bandara perseroan lainnya, tenant ritel dan F&B sudah mulai kembali membuka layanan.

Tenant komersial harus memenuhi ketentuan, antara lain penyemprotan disinfektan secara berkala di area tenant, kewajiban penggunaan masker bagi karyawan tenant, serta memonitor kesehatan karyawan tenant

Bagi pengunjung bandara dan penumpang pesawat, ada baiknya memperhatikan tips berikut ketika berbelanja makanan dan minuman atau produk lainnya di area komersial Bandara Internasional Soekarno-Hatta :

1. Mengutamakan aspek kebersihan dan kesehatan.

Penumpang pesawat atau pengunjung bandara wajib menggunakan masker ketika berada di salah satu tenant, dan menggunakan hand sanitizer setelah menyentuh barang-barang.

2. Transaksi secara cashless.

Utamakan bertransaksi secara cashless dengan menggunakan dompet digital, uang elektronik, kartu debit, atau kartu kredit.

3. Perhatikan jam naik pesawat.

Penumpang pesawat harus memperhitungkan betul apakah masih memiliki waktu yang cukup untuk berbelanja. Saat ini aspek kebersihan dan kesehatan dikedepankan, sehingga mungkin membutuhkan waktu lebih untuk memproses segalanya di tenant komersial misalnya dalam hal pembayaran dilakukan secara cashless, serta lalu Lalang di dalam tenant juga tidak bebas seperti halnya dalam keadaan normal.

4. Memilih take away ketika memesan makanan di restoran.

Penumpang pesawat sebaiknya memesan makanan dan minuman untuk dibawa, atau tidak makan di tempat. Makanan yang dibawa tersebut dapat dinikmati di kursi yang tersedia di boarding lounge atau area lainnya, di mana di jajaran kursi tersebut sudah terdapat rambu-rambu physical distancing.

5. Physical distancing.

Penumpang pesawat dan karyawan tenant harus memerhatikan physical distancing. Ketika ingin memasuki area tenant, harus dilakukan secara bergantian atau tidak bergerombol. Begitu juga antrean saat proses transaksi harus menerapkan physical distancing sedikitnya dengan jarak 2 meter. Di restoran, meja untuk makan sudah diatur sedemikian rupa sehingga mengutamakan konsep physical distancing.

6. Jangan langsung gunakan barang yang baru dibeli.

Di bandara, seringkali penumpang pesawat membeli barang untuk mendukung penerbangan seperti kabel charger, powerbank, tas, hingga travel pillow. Sebelum langsung digunakan sebaiknya barang-barang tersebut terlebih dahulu dibersihkan menggunakan cairan disinfektan, atau apabila tidak memungkinkan maka sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu di kota tujuan (destination) sebelum digunakan.

<strong>7.</strong> Pastikan barang/makanan dan minuman yang ingin dibeli sebelum tiba di bandara.

Guna menghemat waktu dan berbelanja secara cepat sehingga tetap bisa menjaga physical distancing, upayakan sebelum tiba di bandara sudah mengetahui barang/makanan apa yang ingin dibeli di terminal penumpang. (pub)
Komentar

Tampilkan

Other Stories