Iklan

Atasi Pengguna KRL yang Meningkat, Pemerintah Terjunkan Bus Gratis

6/09/2020, 09:48 WIB Last Updated 2020-06-09T02:48:34Z
masukkan script iklan disini
PT KCI telah mengoperasikan 935 perjalanan KRL per hari. (Foto : Kompas.com)

Fokushukum.com, Jakarta – Jumlah pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) pada Senin, 8 Juni 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini terkait dengan banyaknya masyarakat yang telah kembali beraktivitas sehubungan sejumlah wilayah memasuki masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat volume pengguna KRL mencapai 140.000 hingga pukul 10.00 WIB Senin (8/6/2020), dan pengguna yang telah melakukan tap masuk di gate elektronik sejumlah 150.000 orang.
“Bahkan jika dibandingkan selama masa PSBB, hingga pukul 10.00 WIB pagi kami melayani hanya rata-rata sekitar 80.000 pengguna setiap hari. Dengan demikian, volume pengguna KRL hingga pagi hari ini saja sudah mendekati volume pengguna KRL dalam satu hari di masa PSBB. Peningkatan ini terkait dengan banyaknya masyarakat yang telah kembali beraktivitas sehubungan sejumlah wilayah memasuki masa PSBB transisi,” ungkap Kepala Komunikasi Perusahaan PT KCI, Anne Purba, Senin (8/6/2020).
Lebih lanjut Anne menjelaskan, frekuensi dan jadwal KRL hari ini telah dikembalikan ke kondisi normal terutama untuk pagi hari. Sejak Senin 8 Juni 2020 ini, PT KCI telah mengoperasikan 935 perjalanan KRL per hari, bertambah 161 perjalanan dibandingkan frekuensi pada masa PSBB.
Sementara untuk jumlah pengguna yang diizinkan di dalam tiap kereta atau gerbong, walaupun Pemprov DKI mengizinkan 50 persen untuk kapasitas transportasi publik, PT KCI mengikuti aturan dari Kementrerian Perhubungan yang mengizinkan untuk melayani 35 – 40 persen dari kapasitas per kereta.
“Jika selama PSBB dapat melayani 60 pengguna per kereta, saat ini kami dapat melayani 74 penumpang per kereta. Agar batasan ini dapat diterapkan, upaya yang kami lakukan adalah pembatasan masuk stasiun dan KRL sehingga pengguna di stasiun-stasiun berikutnya juga dapat terlayani,” katanya.
Untuk jarak antara kereta di lintas yang padat seperti Lintas Bogor, lanjut Anne, juga telah dimaksimalkan hingga lima menit, sesuai infrasktur perkeretaapian yang tersedia.
Dengan banyaknya masyarakat yang kembali beraktivitas dan kapasitas yang dibatasi untuk memungkinkan jaga jarak di dalam KRL, maka akan ada antrean terutama pada jam-jam sibuk. “Dari pantauan di sejumlah stasiun, cukup banyak pula pengguna yang baru kembali menggunakan KRL setelah beberapa bulan beraktivitas dari rumah sehingga belum terbiasa dengan protokol kesehatan yang ada,” ujarnya.
KCI telah mempersiapkan beberapa tahapan operasional dan layanan hingga nanti keadaan dinyatakan dapat kembali normal sepenuhnya, misalkan peningkatan kapasitas angkut KRL yang diizinkan namun dengan memperketat kelengkapan kesehatan yang harus dipenuhi pengguna saat naik KRL antara lain pelindung wajah atau faceshield dan baju lengan panjang. Tahapan yang dirancang ini merupakan antisipasi volume penumpang yang terus meningkat setiap harinya.
Mulai Senin (8/6/2020), KCI juga sudah menerapkan aturan pembatasan jam terkait penumpang lansia dan penumpang dengan barang dagangan, serta untuk balita sementara dilarang naik KRL. Larangan berbicara selama berada di dalam KRL juga telah diterapkan.
“Selain menjaga jarak, pengguna juga harus mengikuti protokol kesehatan lainnya yaitu menggunakan masker, dan mengikuti pengukuran suhu tubuh. Pengguna juga disarankan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum maupun sesudah naik KRL. Untuk itu KCI telah menyiapkan wastafel tambahan di 80 stasiun agar penumpang dapat lebih mudah menerpkan kebiasaan cuci tangan ini,” jelas Anne.
PT KCI telah mensosialisasikan berbagai aturan tambahan, protokol, dan kemungkinan kondisi masa kenormalan baru ini secara terus menerus sejak februari dan dimaksimalkan terus selama masa PSBB. Dengan kedisiplinan bersama, PT KCI yakin para pengguna KRL dapat beradaptasi dengan kondisi kenormalan baru ini dan beraktivitas kembali secara produktif dan aman.
Di tempat terpisah, Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti mengatakan, untuk mengantisipasi pemenuhan ketentuan jaga jarak (physical distancing) pada pelayanan KRL Senin, 8 Juni 2020, Pemerintah kembali menyediakan angkutan bus alternatif bagi penumpang KRL dengan rute Bogor – Jakarta dengan titik keberangkatan dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Dukuh Atas Sudirman Jakarta dengan jumlah armada 5 (lima) unit bus.
Bus tersebut dioperasionalkan pada waktu tertentu mulai pukul 05.00 WIB s.d 06.00 WIB dengan jarak (headway) keberangkatan setiap 15 menit sekali. Bus disiapkan di sekitar jembatan penyeberangan orang yang berada di depan Stasiun Bogor.
Para pengguna KRL yang memanfaatkan alternatif angkutan dari Stasiun Bogor ke Jakarta ini tanpa dipungut biaya. Dalam memberikan layanan, bus juga diatur mengikuti protokol Covid-19 antara lain kapasitas hanya 25 orang (50 persen dari kapasitas) setiap bus sehingga tempat duduk pengguna tetap berjarak satu sama lain, dan seluruhnya wajib menggunakan masker. (pub)
Komentar

Tampilkan

Other Stories