Iklan

Atasi Banjir Rob Pantai Utara, Kemenko Marves Koordinasi Lintas Instansi

6/17/2020, 08:26 WIB Last Updated 2020-06-17T01:26:44Z
masukkan script iklan disini
Tanggul pembatas yang jebol akibat abrasi air laut. (Foto : Akurat.co)

Fokushukum.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu, atau tepatnya pada tanggal 12 Mei 2020, Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rahman Hidayat melaksanakan peninjauan langsung, ke wilayah yang paling terdampak banjir rob (limpahan air laut) di pantai utara Jakarta.

“Gelombang tinggi di Laut Jawa yang dipicu oleh angin kuat (storm) dan persisten dari arah Selatan yang menyebabkan pasang ekstrem hingga ketinggian > 1.9 meter, bahkan, land subsidence di daerah Jakarta Utara memiliki tingkat penurunan 5-10 cm/tahun, dan beberapa titik ekstrem mencapai 15 cm/tahun,” ujarnya berdasarkan laporan peninjauannya dalam bentuk keterangan tertulis, Selasa (16/6/2020).

“Selain juga, kapasitas tanggul di daerah pantai utara Jakarta hanya mampu menahan pasang hingga ketinggian 1.5 – 1.8 meter (kondisi pasang normal),” imbuh Asdep Rahman.

Ia menjelaskan, ada beberapa permasalahan yang harus segera dicarikan solusinya, antara lain di Pantai Mutiara, yaitu ; tanggul pembatas yang jebol akibat abrasi air laut sehingga pada bagian bawah mengalami scouring dan level air laut eksisting yang berada 1 – 1,5 meter di atas level jalan terhadap pemukiman masyarakat.

Sementara di Muara Baru, permasalahannya antara lain,jebolnya tanggul laut pada Desember 2019, penyebabnya diakibatkan oleh pergerakan tanah aktif, penurunan muka tanah, dan scouring, serta Evaluasi yang dilakukan Kementerian PUPR terkendala pandemi covid-19 dan beberapa cold storage di kawasan Muara Baru merupakan bangun lama yang berada pada level yang lebih rendah di banding area lainnya.

Menurut Asdep Rahman, solusi yang ada antara lain, untuk kawasan Pantai Mutiara, dilakukan perbaikan oleh pengembang PT. Intiland sebagai pengelola Kawasan dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta dan pihak-pihak terkait telah melakukan koordinasi dan supervisi kepada PT. Intiland dalam hal perbaikan tanggul di Pantai Mutiara.

Kemudian, untuk jebolnya tanggul NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), solusinya adalah, Kemenko Marves turut mengawal upaya-upaya untuk melakukan pembangunan tanggul baru sejauh 18 meter ke arah darat dari posisi tanggul yang rusak. Ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dievakuasi ke cold storage lain yang tidak terendam, sehingga kerugian bisa diminimalisir. Lalu, pemilik cold storage bekerjasama dengan masyarakat menggunakan pompa-pompa kapasitas kecil untuk memompa air kembali ke laut.

Adapun, pergerakan cepat Kemenko Marves dengan meninjau langsung area yang paling parah terdampak, disebabkan tinggi muka air laut pada bulan Mei – Juni berada di atas tinggi muka laut rata-rata (Mean High water Springs Level/MHWS), dilaksanakan di, area pergudangan Cold Storage PPS Nizam Zahman Muara Baru, Perumahan Pantai Mutiara, dan Stasiun Pompa Waduk Pluit. (mar)
Komentar

Tampilkan

Other Stories