Iklan

Politisi PD Persoalkan Dirut TVRI, Pernah Jadi Kontributor Majalah Porno Playboy

5/29/2020, 08:24 WIB Last Updated 2020-05-29T01:24:46Z
masukkan script iklan disini
Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. (Foto : Instagram @jansensitindaon)


Fokushukum.com, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon merasa terkejut dengan terpilihnya mantan kontributor majalah Playboy Iman Brotoseno sebagai Dirut TVRI menggantikan Helmy Yahya.
“Duhh.. Benar ini? Apa tak ada kandidat lain yang lebih pantas kah? TVRI ini. TV Nasional yang dibiayai uang publik. Kalau tadi TV Swasta terserahlah. Kalau gininya gantinya ngapain @helmyyahya Capek-capek diganti ya? Baiknya komisi 1 Fraksi @Pdemokrat segera pertanyakan ini. Biar jelas,” tegas Jansen di akun Twitter @jansen_jsp.
Pelaku seni Kunto Hartono menegaskan, bahwa TVRI lebih tepat dipimpin Helmy Yahya ketimbang Iman Br.
“Lebih tepat @TVRINasional dipimpin oleh Mas @helmyyahya dibanding @imanbr. Republik Ini memang membutuhkan orang gila untuk mewaraskan orang waras. BTW, Majalah Playboy iku opo sejenis Doraemon atau Sincan kah Mas @jansen_jsp..?? KH,” tulis drumer kondang ini di akun @Kunto_Drummer menanggapi pertanyaan @jansen_jsp.
Selain kontroversi soal latar belakang Iman Br sebagai kontributor Playboy, di sosial media netizen menyebut Iman Br sebagai buzzer penguasa, loyalis radikal Joko Widodo.
Direktur Program dan Berita TVRI yang dinonaktifkan bersamaan dengan Helmy Yahya, Apni Jaya Putra, di akun Twitter @Apni pada tanggal 27 Mei 2020 menulis: “Hidup Buzzer!!”. Iman Br dilantik pada tanggal yang sama.
Sindiran keras dilontarkan Wakil Sekjen HKTI Tarli Nugroho. Peneliti di Mubyarto Institute ini mengunggah kembali cuitan Iman Br di akun Twitter @imanbr yang meminta pengkritik Jokowi tidak lewat jalan tol.
“Dirut TVRI yang baru. Semoga ia tak melarang kita mudik dengan Zoom atau video call, karena yang membangun “tol langit” (konon) adalah junjungannya,” tulis Tarli di akun @TarliNugroho.
Cuitan @imanbr yang sama juga diunggah kembali founder Dinar Institute Sidi Abdullah. “Hari gini percaya @imanbr? Kapokmu kapan,” tulis Sidi di akun @SidiAbdullah_.
Sebelumnya, wartawan senior Muchlis A Rofik mengingatkan, bahwa Dewas TVRI bermasalah, di mana pemecatan Helmy Yahya ada proses yang zalim dan tidak fair.
“Dewas TVRI itu bermasalah. Keputusan pemecatan Helmy masih kisruh. Ada proses yang zalim, gak fair. Kalo terus ada yang memanfaatkan kisruh biar masuk jadi direksi, itu nggak sensitif. Ini bukan soal siapa dan kubu mana yang terpilih,” tulis Muchlis di akun @muchlis_ar.
Iman Br sendiri menyatakan akan berpihak kepada publik dalam menakhodai TVRI. “Dalam era digital kita tidak bisa menutupi siapa diri kita, sejak awal saya tidak berbohong. Semua bisa dilihat jejak digital. Namun percayalah saya mengikuti semua proses rekrutmen yang berat untuk kepentingan bangsa, kepentingan hanya untuk publik bukan politik apalagi kelompok,” tulis Iman di akun @imanbr.
@imanbr menambahkan: “Disamping itu, saya mengajak semua pihak terutama seluruh karyawan TVRI, agar kita membuktikan mampu bekerja dengan team work, professional, independen dan berpihak kepada publik.” (glr)
Komentar

Tampilkan

Other Stories