Iklan

Pengacara Pitra Romadoni akan Laporkan Youtuber Julie Chaniago

5/18/2020, 16:24 WIB Last Updated 2020-05-18T09:38:45Z
masukkan script iklan disini
 Pengacara, Pitra Romadoni Nasution, SH., MH. (Foto : Tim Media Pitra Romadoni)

Fokushukum.com, Jakarta - Pengacara muda Pitra Romadoni Nasution naik pitam ketika melihat unggahan video seorang Youtuber Indonesia Julie Chaniago yang saat ini tinggal di Amerika, Minggu, (17/5/2020).

Pasalnya menurut Pitra, content video tersebut telah menyinggung perasaan umat islam. Dimana didalam vedeo tersebut Julie Chaniago mempertanyakan mengapa umat islam itu kalau sholat harus mencium karpet.

Didalam vedeo yang pernah diunggah pada tahun 2016 tersebut juga menyinggung cara umat islam melaksanakan ibadah sholat.

"Saya sangat marah sekali ketika agama dibawa sebagai bahan bercandaan atau tertawaan" kata Pitra dengan nada tinggi saat ditemui siang tadi, Minggu (17/05/2020)

"ini gak ada lucunya sama sekali. Apalagi menyinggung agama orang, apalagi konteks konten youtube dari youtuber Julie Chaniago ini membahas tentang orang sholat dimasjid antara shaf perempuan dan laki-laki sambil nyeleneh dan tertawa terbahak-bahak" sambung Pitra penuh ekspresi yang sinis.

Masih menurut Pitra, hal tersebut sangat disayangkan sekali karena telah melukai hatinya sebagai seorang muslim.

Pitra juga berencana akan melaporkan ke pihak kepolisian jika Julie Chaniago tidak meminta maaf dalam waktu 3X24 jam.

"Saya peringatkan kepada youtuber Julie Chaniago agar meminta maaf kepada umat islam. Dan kami dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis, apabila dalam tempo  3X24 jam tidak ada permintaan maaf dari yang bersangkutan maka kami akan membuat Laporan Polisi terhadap youtuber tersebut dengan dugaan Pasal Penistaan Agama dan Ujaran Kebencian terhadap ras/gologan" kata Pitra menegaskan

Sejalan dengan Pitra, aktivis yang juga pernah melaporkan pembakar bendera tauhid ke Bareskrim Polri atas tindakan pembakaran bendera tauhid, Jalih Pitoeng juga mengecam tindakan yang dilakukan oleh youtuber Julie Chaniago.

"Ini zaman sudah edan. Kemajuan tekhnologi tanpa kontrol telah membuat orang melakukan kebebasan berekspresi tanpa moral dan kebablasan" kata Jalih Pitoeng.

Menurut Aktivis yang saat ini dipenjara karena dianggap lantang dalam menyuarakan kebenaran ini, mestinya kebebasan berkreasi harus menghormati norma-norma kehidupan. Apalagi terkait kehidupan beragama.

"Jangan karena mencari popularitas atau keuntungan tertentu lalu menabrak aturan dan norma-norma hukum serta agama. Sebagaimana kita saksikan tentang Frank seorang Youtuber yang demi rating viewer nya melakukan tindakan pelecehan yang tidak senonoh ditengah duka rakyat menghadapi Covid-19 dengan memberikan bingkisan srmbako berisi sampah" sambung Jalih Pitoeng menyesalkan

"Dan saya sangat mendukung apa yang akan dilakukan Pitra. Pihak kepolisianpun saya minta untuk tidak tebang pilih dalam menerima dan melayani masyarakat pengadu sebagai pemegang jargon PROMOTER" pinta Jalih Pitoeng

"Jika pihak kepolisian tebang pilih dalam menangani perkara dan melayani aduan masyarakat, maka polisi akan kehilangan wibawa dimasyarakat karena bertindak diskriminatif" pungkas Jalih Pitoeng.(ber)
Komentar

Tampilkan

Other Stories