Iklan

Pakar Epidemilogi Unhas Sebut Sekolah Belum Siap Jalani New Normal

5/28/2020, 07:19 WIB Last Updated 2020-05-28T00:19:27Z
masukkan script iklan disini
Konsep belajar jarak jauh masih menjadi pilihan yang tepat saat pandemi ini berlangsung. (Foto : Instagram @murid_hits)


Fokushukum.com, Jakarta – Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Prof Ridwan Amiruddin meminta pemerintah mempertimbangkan jika memang ada wacana membuka kembali sekolah, dalam tatanan normal baru nanti.
“Dengan dibukanya sekolah akan terjadi lonjakan dengan terbentuknya klaster baru, bisa tiga sampai empat kali lipat, bisa meningkat sampai 10 persen,” kata Ridwan kepada RRI.co.id, Rabu (27/5/2020).
Sebab kata Ridwan, COVID-19 merupakan penyakit yang berkembang karena dipicu tingginya interaksi sosial. Dengan demikian, jika sekolah kembali dibuka, tentu sama seperti mempertaruhkan nasib para generasi muda.
“Kita ketahui saat ini pun kita masih menuju puncak, terlebih saat ini banyak kembalinya keluarga yang masuk ke ke Jakarta, ini tentu akan menimbulkan ledakan kasus,” kata dia.
Selain itu kata Ridwan, untuk menangkal penyebaran pun, pihak sekolah tentu belum bisa langsung membiasakan diri dalam tatanan normal baru ini.
“Pihak sekolah juga belum siap untuk menerapkan tatanan normal baru di sekolah. Seperti beberapa negara yang membuka sekolah justru menjadi klaster baru penyabaran COVID,” ujarnya.
Ridwan mengatakan, konsep belajar jarak jauh masih menjadi pilihan yang tepat saat pandemi ini berlangsung.
“Memperkuat dan meningkatkan kualitas pembelajaran jarak jauh harus dilakukan, perkuat juga kekuatan di keluarga,” pungkasnya. (rad) #mediamelawancovid19
Komentar

Tampilkan

Other Stories