Iklan

Begini Pandangan Para Ulama Terkait Masalah PSPB dan Penanganan Covid-19

5/25/2020, 15:10 WIB Last Updated 2020-05-26T00:54:51Z
masukkan script iklan disini

Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Moeldoko. (Foto : Instagram @dr_moeldoko)

Fokushukum.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko mengadakan dialog dengan para tokoh agama terkait penanganan Covid-19 di wilayah Indonesia.

"Kami berharap para tokoh agama dapat membantu pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai strategi dan pendekatan pemerintah dalam menghadapi Covid-19.” kata Moeldoko, seperti dikutip Fokushukum.com dari situs ksp.go.id (20/5/2020).

Para ulama juga menyampaikan berbagai pandangan dan masukan positif kepada pemerintah agar pandemi ini dapat segera selesai. Beberapa diantaranya adalah, sebagai berikut :

KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym

Kredibilitas pemerintah menjadi kunci kepatuhan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan menilai keseriusan pemerintah menangani Covid-19.

Ustadz Miftah Habiburahman

Mengharapkan adanya konsistensi kebijakan pemerintah. Pemerintah harus lebih tegas dalam menerapkan kebijakan, termasuk juklak dan juknisnya.

Ustadz Yusuf Mansyur

Pemerintah harus percaya diri, konsisten dan serius menangani pandemi ini. Kultur masyarakat Indonesia adalah doa bersama dan istiqomah menghadapi Covid.19.

KH Cholil Navis

Diperlukan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat untuk mengikuti anjuran yang disampaikan pemerintah. Pemerintah pusat dan daerah perlu lebih bersinergi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ustadz Buchori Muslim

Kebijakan PSBB sudah sesuai dengan kaidah agama. Demikian juga terkait solat Idul Fitri yang dilakukan di rumah sudah sesuai dengan kaidah syariah untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Namun, hal itu tidak bisa digeneralisasi untuk semua wilayah, terkecuali untuk area dengan zona merah. Selain itu, tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan.

KH Ahmad Muwafiq

Hampir semua negara tidak siap menghadapi pandemi ini karena gejalanya tiba-tiba. Bahkan, negara besar pun merasa kalang kabut karena wabah ini. Tak mudah menghadapi situasi ini sehingga tak menutup kemungkinan jadi trial and error.

Syaikh Ali Jaber

Pemerintah dapat melibatkan para ulama. Alasannya hingga kini masyatakat di Indonesia masih sangat menghormati ulama dan tokoh agama.

Perlu ada komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama dan ulama sehingga bisa bersinergi. Ulama memiliki kepercayaan pada pemerintah, bisa bersama-sama memberikan solusi dan cara terbaik. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan istigosah bersama sehingga bisa ditemukan solusi yang terbaik.

Strategi Pemerintah Hadapi Covid-19

Pada kesempatan tersebut, Moeldoko menyampaikan tiga strategi besar pemerintah dalam menghadapi dan menangani Covid-19.

Strategi pertama, dari sektor kesehatan masyarakat harus merasa aman. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah menerapkan berbagai pendekatan di antaranya pemberlakuan PSBB.

Hal ini sebagai bagian dari Undang-Undang nomor 6 tentang karantina, yaitu karantina rumah, rumah sakit, wilayah dan PSBB. Selain itu, penerapan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari kerumunan massa.

Strategi kedua, masyarakat harus bisa makan. Untuk itu, pemerintah memberikan sejumlah bantuan sosial, kartu sembako, prakerja, bantuan dana desa, serta dana tanggap darurat dari Kementerian Sosial.

Strategi ketiga, masyarakat harus bisa berusaha, khususnya untuk UKM dan perusahaan besar disarankan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dalam hal ini, pemerintah memberikan insentif dan stimulus lainnya. (*/bud)

Komentar

Tampilkan

Other Stories